Berita, Timur Tengah

Israel dan Inggris Bergabung Dukung Arab Saudi Hadapi Serangan Milisi Houthi di Timur Tengah

Repelita.net

13 October 2026 14:30 WIB • 93 view

Israel dan Inggris Bergabung Dukung Arab Saudi Hadapi Serangan Milisi Houthi di Timur Tengah
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Geopolitik di kawasan Timur Tengah dilaporkan memanas dengan sangat cepat setelah munculnya aliansi tak terduga dari sejumlah kekuatan global.

ADVERTISEMENT

Dalam perkembangan yang dinilai di luar batas normal tersebut, pihak Israel dan Inggris secara bersamaan menyatakan dukungan penuh mereka kepada Arab Saudi.

Informasi mengenai eskalasi ketegangan militer ini disebarluaskan oleh akun media sosial @okd.islami pada hari Selasa, 13 Oktober 2026.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, langsung angkat bicara dengan nada keras guna mengecam aksi penyerangan yang menyasar fasilitas penerbangan sipil.

Ia mengecam serangan Houthi mengerikan yang mengguncang Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi.

Insiden pemukulan fasilitas transportasi udara internasional tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa 12 orang tak bersalah dan melukai ratusan lainnya.

Netanyahu memberikan pernyataan resmi belasungkawa seraya menegaskan komitmen penindasan terhadap pergerakan bersenjata tersebut di depan publik internasional.

Melalui rilis resminya, ia menegaskan Atas nama rakyat Israel, saya menyampaikan duka cita terdalam kami kepada keluarga korban.

Lebih lanjut, pemimpin pemerintahan zionis tersebut menekankan bahwa Houthi adalah musuh bersama yang menargetkan orang tak bersalah, dan harus dihadapi dengan tekad baja.

Visi mengenai stabilitas regional pertahanan juga turut disuarakan untuk merangkul kekuatan negara-negara Arab dalam menghadapi milisi bersenjata Yaman.

Ia menyatakan Israel menantikan Timur Tengah yang kuat, berdiri bersatu melawan ancaman, melindungi rakyatnya, dan membangun masa depan keamanan serta kemakmuran bagi seluruh wilayah.

Keterlibatan aktif dalam konflik bersenjata ini juga dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, yang langsung mengumumkan langkah besar negaranya.

Inggris dilaporkan resmi masuk ke dalam pusaran konflik ini dengan memberikan bantuan peralatan militer secara langsung kepada pihak pemerintah Arab Saudi.

Langkah konkret berupa pengiriman alat utama sistem persenjataan udara tersebut dipaparkan secara langsung oleh kepala pemerintahan Inggris.

Dalam pengumumannya, Burnham berujar Kami telah mengonfirmasi keputusan Inggris untuk mengirim sistem pertahanan udara dan pesawat berjenis Voyager ke Arab Saudi.

Penyediaan armada penerbangan militer khusus ini ditujukan guna menopang daya jelajah angkatan udara kerajaan dalam melakukan operasi penyerangan udara.

Ia menjelaskan Pesawat-pesawat ini akan memberikan dukungan pengisian bahan bakar udara (air-to-air refueling) bagi jet-jet tempur Arab Saudi.

Dinamika pertempuran dinilai kian agresif setelah pihak Inggris mengonfirmasi jumlah akumulasi pergerakan armada tempur yang telah dikerahkan ke area konflik.

Burnham menegaskan bahwa 14 misi operasional telah dilaksanakan! guna memberikan jaminan pertahanan udara bagi sekutu barunya tersebut.

Sebagai penutup pernyataan dukungan operasional, ia menggarisbawahi komitmen sekutu barat dengan menulis Kami akan terus berdiri di sisi Arab Saudi dalam menghadapi Houthi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung