Repelita Bagdad - Entitas militer zionis dilaporkan mengoperasikan sepasang instalasi pertahanan terselubung di pedalaman gersang wilayah kedaulatan irak demi memperlancar agresi terhadap teheran.
Keberadaan pos komando ilegal yang dirahasiakan tersebut dikabarkan telah menelan korban jiwa dari unsur penduduk lokal serta personel pertahanan bagdad guna menutupi jejak aktivitas di lapangan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan hasil penelusuran media internasional beberapa waktu lalu, fasilitas militer tersembunyi ini aktif memfasilitasi serangan udara sejak pertengahan tahun lalu hingga rangkaian pertempuran terbaru saat ini.
Informasi mengenai keberadaan infrastruktur perang di kawasan barat itu juga diperkuat oleh data intelijen terbuka yang mendeteksi adanya jalur penerbangan darurat di wilayah danau kering.
Otoritas berwenang setempat mengonfirmasi bahwa pangkalan logistik tersebut sengaja dibangun sejak dua tahun lalu dengan sepengetahuan aliansi barat meskipun kini operasionalnya diklaim telah dibekukan.
Fasilitas rahasia ini memegang peranan krusial bagi pergerakan armada udara zionis mulai dari pemangkasan rute serang, penanganan medis darurat, hingga koordinasi tim evakuasi pilot tempur.
Sejauh ini otoritas pertahanan tel aviv masih enggan memberikan tanggapan resmi mengenai keabsahan temuan pos militer ilegal di negara yang tidak memiliki relasi diplomatik dengan mereka tersebut.
Sebelumnya pergerakan aneh di kawasan luar pemukiman tersebut sebenarnya sudah berulang kali dilaporkan oleh kelompok pengembara lokal kepada jajaran komando militer wilayah setempat.
Akan tetapi aparat keamanan setempat memilih melakukan pemantauan jarak jauh lantaran adanya instruksi pengondisian radar wilayah udara demi kelancaran manuver aliansi luar negeri mereka.
Dinamika di lapangan berubah mencekam pada awal maret lalu saat seorang warga sipil dari suku badui tewas seketika akibat serbuan armada helikopter asing setelah dirinya tidak sengaja melintasi zona perimeter terlarang tersebut.
Korban sejatinya sempat meneruskan temuan visual mengenai kamp militer asing itu kepada petugas penasehat keamanan sebelum dirinya dinyatakan hilang dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh pihak keluarga.
Merespons tragedi kemanusiaan itu unit bersenjata bagdad bergegas meluncurkan operasi pengintaian taktis ke lokasi pertahanan eksternal tersebut untuk mengumpulkan bukti otentik di lapangan.
Namun pergerakan pasukan peninjau langsung dihujani tembakan beruntun dari arah dalam kamp yang mengakibatkan gugurnya satu prajurit serta melukai sejumlah personel pencari fakta lainnya.
Meskipun otoritas eksekutif cenderung memilih jalur diplomasi tertutup untuk meredam kepanikan publik, nota keberatan resmi atas pelanggaran kedaulatan wilayah kini telah dilayangkan kepada badan keamanan perserikatan bangsa-bangsa.
"Ini menunjukkan ketidakpedulian terang-terangan terhadap kedaulatan Irak, pemerintahnya dan pasukannya, serta martabat rakyat Irak," kata anggota parlemen Irak, Waad al-Kadu, kepada The New York Times.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok