Repelita Teheran - Ketegangan di Selat Hormuz mencapai titik didih setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan ancaman keras untuk menenggelamkan semua kapal perang Amerika Serikat yang mencoba melintas.
Iran kembali melakukan penutupan Selat Hormuz lantaran Amerika Serikat melakukan blokade laut yang dimulai oleh militer AS atas perintah Presiden Donald Trump sejak 13 April 2026.
ADVERTISEMENT
Penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa seluruh kapal Angkatan Laut AS saat ini berada dalam jangkauan peluncuran rudal Iran.
IRGC secara spesifik memberikan peringatan terakhir kepada kapal perusak USS Michael Murphy dan USS Frank E. Petersen Jr. untuk segera meninggalkan wilayah perairan tersebut.
Analis Kajian Stratejik Intelijen UI, Ridlwan Habib, menyebut jika ancaman tersebut benar maka itu adalah tindakan yang sangat berani mengingat armada laut Iran tergolong kecil.
Karena angkatan laut Iran kita tahu armadanya kecil-kecil, dia hanya punya kapal cepat dengan kecepatan 80 knot atau 130 km per jam dengan awak kapal hanya 4 orang, katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne pada Sabtu, 18 April 2026.
Meskipun demikian jumlah kapal cepat Iran cukup banyak, sekitar 50 sampai 100 unit, yang siap melawan kapal destroyer AS sepanjang 155 meter dengan bobot 9.000 ton.
Kalau ancaman ini benar-benar dilakukan maka akan menjadi pertarungan laut yang sangat-sangat mematikan, tutur Ridlwan.
Ia meyakini strategi AS memblokade laut lepas setelah Selat Hormuz hanya akan merugikan mereka sendiri karena kapal destroyer akan menghadapi kapal cepat Iran yang sangat efektif.
Kapalnya cuma kecil sekitar 14 meter, kemudian dia mempunyai kemampuan untuk ditabrakkan atau kamikaze, sedangkan destroyer AS rata-rata awaknya 300 sampai 330 orang di atas kapal, jelasnya.
Jadi kalau itu kemudian terjadi pertarungan di laut, maka akan menimbulkan korban jiwa di sisi Amerika lebih banyak dan menjadi perang yang sangat mematikan, pungkas Ridlwan.
Sementara itu, Panglima Angkatan Darat Iran Mayor Jenderal Amir Hatami menekankan kesiapan militer penuh negaranya untuk menghadapi ancaman dan agresi lawan.
Angkatan Bersenjata Iran tetap waspada dan siap untuk merespons secara tegas, katanya dikutip dari Tasnim News pada Jumat, 17 April 2026.
Ia memastikan bahwa Angkatan Darat Iran mengikuti perintah Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri.
Dengan tekad yang teguh, pengawasan yang cermat, kemauan yang kuat, dan jari-jari di pelatuk, siap menghadapi setiap ancaman atau tindakan agresi musuh hingga nafas terakhir, tegas Hatami.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dalam pernyataan di Platform X pada Sabtu, 18 April 2026, menegaskan akan mengalahkan Amerika Serikat dan Israel.
Tentara Iran telah menentang rencana jahat Amerika, sisa sisa rezim Shah dan para separatis yang ingin memecah belah Iran dan telah menorehkan sejarah, tulis Mojtaba Khamenei.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok