Berita, Timur Tengah

Iran Ultimatum AS: Satu Bulan Cabut Blokade atau Selat Hormuz Tetap Ditutup

Repelita.net

03 May 2026 17:33 WIB • 818 view

Iran Ultimatum AS: Satu Bulan Cabut Blokade atau Selat Hormuz Tetap Ditutup
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Pemerintah Republik Islam Iran mengeluarkan ultimatum tegas kepada Amerika Serikat dengan memberikan tenggat waktu satu bulan untuk mencabut blokade laut dan mengakhiri perang.

Sebagai imbalan atas pemenuhan dua syarat tersebut, Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz dalam kondisi terkendali dan bertahap.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan media internasional yang terhimpun pada awal Mei 2026, Republik Islam menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam kondisi normal hanya akan dilakukan jika Amerika Serikat memenuhi seluruh syarat yang diajukan.

Teheran juga menegaskan bahwa pembicaraan baru terkait program nuklir tidak akan dimulai sebelum blokade dicabut dan gencatan senjata permanen benar-benar diamankan di lapangan.

Langkah tegas ini langsung memicu perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan jalur energi paling vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia.

Sekitar seperlima dari total pasokan minyak global melewati jalur laut sempit tersebut setiap harinya sehingga gangguan kecil saja dapat memicu lonjakan harga minyak.

Pernyataan ultimatum tersebut menunjukkan bahwa Teheran kini secara terang-terangan menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan strategis terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Situasi ini muncul di tengah konflik Iran yang terus memanas dalam beberapa bulan terakhir pasca meningkatnya serangan militer Amerika dan Israel.

Washington selama ini dituduh memperketat pengawasan maritim terhadap jalur perdagangan Iran sebagai bentuk perang ekonomi dan agresi terbuka.

Teheran menegaskan tidak akan kembali ke meja perundingan dalam kondisi ditekan secara militer maupun ekonomi oleh kekuatan asing mana pun.

Sikap keras Republik Islam dinilai sebagai perubahan besar dibandingkan pendekatan diplomatik sebelumnya yang masih membuka ruang negosiasi meski di bawah sanksi berat.

Presiden Masoud Pezeshkian sebelumnya menyebut bahwa serangan yang terjadi selama proses negosiasi telah menghancurkan sisa kepercayaan Iran terhadap Amerika Serikat.

Teheran juga mengklaim telah mempersiapkan berbagai langkah balasan yang masif jika tekanan terhadap negara itu terus meningkat secara signifikan.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak dunia bergerak fluktuatif akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang kian tidak menentu.

Amerika Serikat sebelumnya memperkuat kehadiran militernya di kawasan Teluk dengan mengirim tambahan kapal perang dan sistem pertahanan udara canggih.

Namun Iran menilai langkah Washington tersebut justru memperbesar risiko konflik terbuka yang dapat melibatkan banyak pihak di kawasan.

Menurut analis geopolitik yang dipantau, ultimatum satu bulan dari Iran merupakan sinyal bahwa Teheran ingin memaksa perubahan strategi Washington secara fundamental.

Iran tampaknya ingin menghubungkan isu keamanan maritim dengan negosiasi nuklir sehingga pembicaraan nuklir bukan lagi sekadar soal pengayaan uranium.

Beberapa negara seperti Rusia, China, Qatar, dan Oman sebelumnya mencoba menjadi mediator antara Iran dan Amerika Serikat namun belum membuahkan hasil.

Sementara itu Amerika Serikat sendiri belum memberikan respons resmi terhadap ultimatum terbaru Republik Islam hingga berita ini diturunkan.

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa tekanan terhadap Teheran akan terus dilakukan hingga Iran menghentikan program nuklirnya.

Laporan media Amerika menyebut Washington mempertimbangkan tekanan maritim berkepanjangan terhadap Iran sebagai strategi untuk melemahkan ekonomi negara itu.

Jika negosiasi gagal dan tekanan terus meningkat, dunia berisiko menghadapi gangguan energi, lonjakan inflasi, dan eskalasi perang yang jauh lebih luas.

Satu bulan ke depan diperkirakan menjadi periode paling krusial dalam hubungan Iran dan Amerika Serikat di tengah ketegangan yang terus meninggi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung