Berita, Timur Tengah

Iran Tuding AS Cari Jalan Selamatkan Muka, Trump Buka Peluang Telepon, Tegangan Selat Hormuz Memuncak

Repelita.net

27 April 2026 12:11 WIB • 916 view

Iran Tuding AS Cari Jalan Selamatkan Muka, Trump Buka Peluang Telepon, Tegangan Selat Hormuz Memuncak
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda akan segera mereda di tengah kebuntuan diplomasi yang berkepanjangan serta konflik militer yang belum sepenuhnya usai di kawasan Timur Tengah .

Pemerintah Teheran secara terbuka menuding Washington tengah mencari cara untuk menyelamatkan muka atau saving face agar bisa keluar dari konflik yang dinilai sudah sangat merugikan kepentingan Amerika Serikat .

ADVERTISEMENT

Di sisi lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru membuka peluang komunikasi langsung dengan Iran meskipun dengan nada yang tegas dan cenderung menekan melalui pernyataan publik yang provokatif .

"Mereka bisa menelepon kami kapan saja mereka mau. Kita punya semua kartu. Mereka bisa menelepon kapan saja, tapi tidak akan ada lagi penerbangan 18 jam hanya untuk pembicaraan tanpa hasil," kata Trump dalam pernyataan kepada media .

Pernyataan Trump yang dikutip via The News Pakistan pada Minggu (26/4/2026) ini muncul setelah dibatalkannya rencana kunjungan utusan AS ke Pakistan untuk pembicaraan damai yang sebelumnya diharapkan membuahkan hasil .

Trump menegaskan bahwa pembatalan kunjungan utusan tersebut tidak berarti perang dengan Iran akan langsung berlanjut namun ia juga mengklaim situasi internal Iran saat ini sedang tidak stabil .

"Ada konflik internal besar dan kebingungan dalam kepemimpinan mereka. Bahkan mereka sendiri tidak tahu siapa yang memimpin," tulis Trump di platform Truth Social miliknya menambahkan komentar pedas .

Pernyataan Trump langsung direspons keras oleh Teheran di mana Kementerian Pertahanan Iran menyebut AS kini berada dalam posisi terjepit dan tengah mencari cara untuk keluar dari konflik tanpa kehilangan reputasi .

“Kekuatan militer kami kini dominan, dan musuh sedang mencari cara untuk menyelamatkan muka dari perang yang telah menjadi jebakan bagi mereka,” kata juru bicara kementerian pertahanan Iran sebagaimana dikutip media ISNA .

Sikap tegas juga disampaikan oleh Komando Pusat Militer Iran yang dikenal dengan nama Khatam al-Anbiya yang memperingatkan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan dibalas dengan tindakan militer .

“Jika militer AS terus melakukan blokade dan aksi perompakan di kawasan, mereka pasti akan menghadapi respons dari angkatan bersenjata Iran,” ucap pernyataan resmi dari komando pusat militer Iran .

Salah satu titik paling krusial dalam konflik ini adalah Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dan gas dunia yang setiap harinya dilalui oleh kapal-kapal tanker .

Iran menegaskan bahwa penguasaan selat tersebut adalah strategi utama mereka dalam menghadapi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan Teluk .

“Mengontrol Selat Hormuz dan menjaga efek gentar terhadap Amerika adalah strategi definitif Iran,” kata pernyataan resmi dari Garda Revolusi Iran .

Penutupan jalur Selat Hormuz telah mengguncang pasar energi global dalam beberapa pekan terakhir dan meningkatkan tekanan internasional agar jalur tersebut segera dibuka kembali .

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mendesak agar Selat Hormuz dibuka tanpa syarat karena sangat vital bagi kepentingan seluruh dunia .

“Ini vital bagi seluruh dunia,” ujar Costa menekankan pentingnya kelancaran distribusi energi global melalui selat strategis tersebut .

Upaya untuk mempertemukan kembali Iran dan AS di meja perundingan masih menemui jalan buntu karena Iran menolak bernegosiasi selama blokade angkatan laut AS masih berlangsung di sekitar perairan Iran .

Meskipun Pakistan sempat berperan sebagai mediator yang menjembatani komunikasi kedua negara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan tidak memiliki rencana untuk bertemu pihak Amerika dalam waktu dekat .

Di sisi lain Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga angkat bicara dan meminta rakyatnya untuk menghemat energi di tengah situasi konflik yang belum menentu .

“Kami tidak meminta pengorbanan besar saat ini, tapi kita perlu mengontrol konsumsi. Dari 10 lampu, cukup nyalakan dua,” ujar Pezeshkian di televisi nasional Iran .

Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya menyerang infrastruktur energi Iran untuk memicu ketidakpuasan publik terhadap pemerintah yang sedang berkuasa .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

H
Hendri 27/04/2026

Dunia mendukung Iran.

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung