Berita, Timur Tengah

Iran Tolak Negosiasi Tekanan dengan AS, Tegaskan Tak Akan Kompromi Soal Selat Hormuz, Tujuan Berunding Bukan Untuk Mengalah!!

Repelita.net

20 April 2026 16:48 WIB • 995 view

Iran Tolak Negosiasi Tekanan dengan AS, Tegaskan Tak Akan Kompromi Soal Selat Hormuz, Tujuan Berunding Bukan Untuk Mengalah!!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Republik Islam Iran dengan tegas menolak segala bentuk negosiasi dalam tekanan dengan Amerika Serikat, sebagaimana disampaikan langsung oleh anggota Parlemen Iran, Rouhollah Izadkhah.

Pernyataan keras tersebut merujuk pada arahan sang pemimpin tertinggi Iran, Sayyed Mojtaba Khamenei, yang menekankan pentingnya berdiri di atas kaki sendiri.

ADVERTISEMENT

"Jika negosiasi terjadi, kita akan memasukinya dari posisi yang kuat dan keyakinan penuh pada angkatan bersenjata kita," ujarnya seperti dilansir Al Mayadeen, Senin (20/4).

Ia juga menyampaikan bahwa Iran telah siap menghadapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta seluruh sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Menurut pandangan Teheran, tujuan utama dari negosiasi bukanlah untuk mengalah atau tunduk kepada tekanan asing.

Sebaliknya, tujuannya adalah agar Washington dapat memahami dengan benar posisi dan kepentingan nasional Iran.

Lebih lanjut, Izadkhah menegaskan sikap tegas negaranya terkait dengan berbagai kepentingan strategis yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak akan berkompromi dengan siapa pun, dan kami bersikeras pada hak-hak kami di Selat Hormuz,” tegasnya.

“Kami akan menetapkan kerangka kerja khusus untuk mengaturnya sesuai dengan hukum internasional,” ujaroanggota parlemen tersebut.

Ia juga mengejek kebijakan blokade yang diberlakukan Trump di Selat Hormuz sebagai sebuah pertunjukan yang gagal total.

Izadkhah menilai bahwa Amerika Serikat sebenarnya tidak berani melakukan serangan langsung terhadap wilayah Iran.

Sementara itu, kantor berita resmi Iran (IRNA) membantah secara tegas laporan mengenai adanya putaran kedua negosiasi di Islamabad.

IRNA menegaskan bahwa laporan tersebut “tidak benar” dan bersifat menyesatkan publik internasional.

Hingga saat ini, tegas IRNA, belum ada keputusan apa pun untuk melanjutkan dialog dengan Washington.

IRNA juga menyoroti sikap AS yang dinilai tidak konsisten dan sulit diprediksi dalam setiap perundingan.

Maksimalisme dan tuntutan yang berlebihan serta tidak realistis dari pihak Amerika menjadi penghambat utama.

Selain itu, perubahan posisi yang terus terjadi di pihak Washington semakin mempersulit terciptanya suasana kondusif.

Dalam kondisi seperti itu, IRNA menegaskan bahwa tidak ada prospek yang jelas untuk negosiasi yang membuahkan hasil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung