Berita, Timur Tengah

Iran Tembaki Dua Kapal India di Selat Hormuz, Muatan 2 Juta Barel Minyak Irak, India Panggil Dubes dan Layangkan Protes Keras

Repelita.net

19 April 2026 14:58 WIB • 1,032 view

Iran Tembaki Dua Kapal India di Selat Hormuz, Muatan 2 Juta Barel Minyak Irak, India Panggil Dubes dan Layangkan Protes Keras
Foto: Istimewa

Repelita New Delhi - Ketegangan di Selat Hormuz mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menembaki sedikitnya dua kapal dagang berbendera India pada Sabtu, 18 April 2026, memicu reaksi keras dari Pemerintah India.

India memanggil Duta Besar Iran dan melayangkan protes resmi dengan menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan yang terjadi pagi itu.

ADVERTISEMENT

Salah satu kapal yang ditembak adalah kapal tanker super VLCC yang membawa muatan 2 juta barel minyak mentah asal Irak, sementara kapal lainnya diidentifikasi bernama Sanmar Herald.

Situs pemantauan maritim TankerTrackers.com melaporkan bahwa kedua kapal India tersebut dipaksa kembali ke barat keluar dari Selat Hormuz oleh Angkatan Laut IRGC setelah insiden penembakan.

Pemerintah India memastikan bahwa kapal dan seluruh awaknya dalam kondisi baik-baik saja, namun Sekretaris Luar Negeri India Vikram Misri secara langsung menyampaikan protes keras kepada perwakilan diplomatik Teheran.

Sekretaris Luar Negeri menyampaikan keprihatinan mendalam India atas insiden penembakan yang terjadi pagi tadi yang melibatkan dua kapal berbendera India di Selat Hormuz, demikian keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri India.

India juga mendesak Teheran untuk segera melanjutkan proses memfasilitasi kapal-kapal tujuan India melintasi Selat, mengingat Iran sebelumnya telah memberikan jalur aman bagi beberapa kapal India.

Pengamat Timur Tengah Pizaro Gozali Idrus menilai tindakan Teheran ini membuktikan bahwa Republik Islam tersebut tidak main-main dengan ancamannya, bahkan terhadap negara sebesar India.

Ini kapal India yang ditembak loh, ini enggak main-main, ini kan India negara besar, dia punya penduduk sangat besar, dia punya leverage ekonomi sangat besar, tetapi itu pun tidak menjamin bebas dari tembakan, katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne pada Sabtu, 18 April 2026.

Menurut Idrus, tindakan Iran mengirimkan pesan kepada Donald Trump bahwa Iran tidak mau negosiasi yang main-main dan tidak mudah didikte serta diancam.

Insiden penembakan kapal India ini terjadi hanya beberapa jam setelah Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz pada Sabtu siang, batal dari pengumuman pembukaan sehari sebelumnya.

Alasan penutupan adalah AS tetap melanjutkan blokade lautnya terhadap kapal dan pelabuhan Republik Islam, yang oleh Teheran dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata.

Angkatan Laut IRGC mengeluarkan pernyataan tegas bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman.

Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi sasaran, bunyi pernyataan yang disiarkan di Sepah News.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa dua kapal perang IRGC menembaki sebuah kapal tanker tanpa peringatan radio apa pun, dan sebuah kapal kontainer juga dilaporkan terkena tembakan.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan bahwa Selat Hormuz saat ini berada di bawah pengawasan ketat negaranya, dan pantauan ini akan terus dilakukan hingga perang dengan AS-Israel berakhir.

Insiden ini menempatkan India dalam posisi sulit karena sebagai pembeli gas minyak cair terbesar kedua di dunia, India mengimpor sekitar 60 persen kebutuhan energinya.

Di satu sisi India adalah mitra dagang penting Iran, namun di sisi lain India adalah sekutu dekat Amerika Serikat dalam berbagai forum, termasuk Quad.

Pengamat menilai ada dua negara lain yang bermain di balik ketegangan ini, yaitu China sebagai pembeli utama minyak Iran dan Pakistan sebagai mediator yang mengusulkan proposal baru dari AS.

Proposal baru dari AS yang disampaikan melalui Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir saat ini sedang ditinjau oleh Iran, namun prospek perundingan semakin suram pasca insiden penembakan ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung