Berita, Timur Tengah

Iran Klaim Unggul dalam Perang Lawan AS-Israel, IRGC Tembaki Kapal India di Selat Hormuz, Ghalibaf: Jika Terima Gencatan Senjata Itu Karena Tuntutan Kami Dipenuhi

Repelita.net

19 April 2026 14:46 WIB • 1,010 view

Iran Klaim Unggul dalam Perang Lawan AS-Israel, IRGC Tembaki Kapal India di Selat Hormuz, Ghalibaf: Jika Terima Gencatan Senjata Itu Karena Tuntutan Kami Dipenuhi
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Republik Islam Iran menyatakan berada di posisi yang lebih unggul dalam perang melawan Amerika Serikat dan zionis Israel sejak pertempuran itu pecah pada 28 Februari 2026, demikian pernyataan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pidato nasional pada Sabtu, 18 April 2026.

Dalam pidatonya, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran berhasil memenangkan pertempuran dan AS gagal mencapai tujuan militernya, sementara Iran masih menguasai penuh Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

Jika kami menerima gencatan senjata, itu karena pihak mereka (AS dan sekutunya) menerima tuntutan kami, kata Ghalibaf menjelaskan alasan Iran bersedia menghentikan tembakan sementara.

Ia menambahkan bahwa proses negosiasi merupakan bagian dari strategi untuk mempertahankan kepentingan nasional, dengan menyebut upaya musuh adalah memaksakan tuntutan kepada Iran.

Upaya musuh adalah memaksakan tuntutan kepada kami, karena itu penting bagi kami untuk menegaskan hak-hak kami, negosiasi adalah salah satu metode perjuangan, tegas Ghalibaf.

Gencatan senjata sementara berlangsung selama dua minggu dan dijadwalkan berakhir pada Rabu, 22 April 2026, namun masa depannya masih belum pasti karena perundingan belum mencapai hasil akhir.

Sebelumnya, Ghalibaf bersama delegasinya melakukan pertemuan tertutup di Islamabad, Pakistan, dengan Wakil Presiden AS pada Sabtu, 11 April 2026, namun pertemuan itu belum menghasilkan kesepakatan akhir.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menembaki sedikitnya dua kapal dagang berbendera India di Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026, sebagai respons terhadap blokade maritim AS.

Pengamat Timur Tengah Pizaro Gozali Idrus menilai tindakan itu membuktikan bahwa Iran tidak main-main dengan ancaman, bahkan terhadap negara besar seperti India.

Ini kapal India yang ditembak loh, ini enggak main-main, ini kan India negara besar, dia punya penduduk sangat besar, dia punya leverage ekonomi sangat besar, tetapi itu pun tidak menjamin bebas dari tembakan, katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne.

Menurut Idrus, tindakan Iran mengirimkan pesan kepada Donald Trump bahwa Iran tidak mau negosiasi yang main-main dan tidak mudah didikte serta diancam.

Angkatan Laut IRGC mengatakan Selat Hormuz ditutup dan setiap kapal yang mencoba melewati jalur air tersebut akan menjadi sasaran sampai AS mencabut blokade angkatan lautnya.

Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal jenis apa pun yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia dan Laut Oman, dan mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, demikian pernyataan IRGC.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memastikan Selat Hormuz berada di bawah pengawasan ketat negaranya, dan kontrol tersebut akan terus dilakukan hingga perang agresi AS-Israel sepenuhnya berakhir.

Pembicaraan negosiasi akhirnya gagal karena pihak lawan mengajukan tuntutan tambahan yang ditolak Iran, dengan Iran bersikeras tidak akan berkompromi pada posisi inti mereka.

Oleh karena itu, kelanjutan negosiasi ditunda hingga pihak lain menyesuaikan pendiriannya dengan realitas medan perang, demikian pernyataan Sekretariat SNSC Mohammad Bagher Zolghadr.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung