Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menjatuhkan dua aset militer Amerika Serikat dalam rentang waktu yang berdekatan, yaitu sebuah jet tempur siluman F-35 dan sebuah helikopter yang dikerahkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.
Klaim pertama menyebut sebuah jet tempur F-35 milik Amerika ditembak jatuh di wilayah Iran bagian tengah, namun hingga saat ini nasib pilot dari pesawat tersebut masih belum diketahui secara pasti.
ADVERTISEMENT
Beberapa jam berselang, IRGC kembali melaporkan bahwa sebuah helikopter Amerika yang dikerahkan untuk misi mencari dan menyelamatkan pilot F-35 turut menjadi sasaran dan berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan Iran.
Media semi-resmi Iran bahkan menampilkan citra puing-puing yang diklaim sebagai bagian dari helikopter yang jatuh tersebut, meskipun detail mengenai korban maupun kronologi teknis serangan masih sangat minim.
Di sisi lain, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan mengenai jatuhnya pesawat tempur Amerika, namun jenisnya disebut kemungkinan adalah F-15, bukan F-35 seperti yang diklaim oleh Iran.
Media Amerika yang mengutip pejabat pertahanan menyebut bahwa satu awak pesawat berhasil diselamatkan oleh pasukan AS, sebuah informasi yang menambah kompleksitas narasi yang saling bertabrakan antara kedua negara.
Ini bukan kali pertama Iran mengklaim menjatuhkan jet siluman Amerika sejak eskalasi konflik pada akhir Februari lalu, karena klaim serupa pada pertengahan Maret sebelumnya telah dibantah mentah-mentah oleh Washington.
Tak berhenti di situ, laporan terpisah menyebut sebuah pesawat serang darat A-10 Warthog milik Angkatan Udara AS juga jatuh di kawasan Timur Tengah dekat Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan seperlima kebutuhan minyak dan gas dunia.
Penyebab jatuhnya pesawat A-10 Warthog tersebut masih belum jelas, apakah karena gangguan teknis atau bagian dari serangan langsung dari pihak Iran.
Rangkaian peristiwa ini terjadi hanya dua hari setelah pernyataan Presiden Trump yang mengklaim bahwa Amerika telah menghancurkan Iran dan akan segera menyelesaikan semuanya.
Klaim kemenangan Trump tersebut kini justru berbalik menjadi pertanyaan besar seiring dengan laporan kerugian militer Amerika yang mulai bermunculan dari berbagai front pertempuran.
Di lapangan, Iran terus melancarkan serangan ke berbagai titik di Timur Tengah termasuk infrastruktur energi di kawasan Teluk, sementara tekanan terhadap sekutu Amerika tetap dijaga.
Untuk pertama kalinya sejak konflik ini memanas secara signifikan, Amerika dilaporkan kehilangan pesawat di wilayah Iran, sebuah sinyal bahwa perang tidak lagi berjalan sepihak seperti sebelumnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok