Repelita Teheran - Pemerintah Iran dikabarkan telah mengeksekusi mati dua pria yang bekerja sama dengan agen intelijen Israel, Mossad, untuk melakukan serangan di dalam negeri.
Media Iran, Mizan, melaporkan pada Minggu (19/4/2026) bahwa kedua pria yang sudah dieksekusi bernama Mohammad Masoum Shahi dan Hamed Validi.
ADVERTISEMENT
Keduanya telah ditangkap oleh otoritas Iran karena terbukti menjadi tangan kanan Mossad untuk melakukan spionase terhadap pemerintah.
Setelah melalui proses persidangan yang panjang, mereka akhirnya divonis hukuman mati oleh pengadilan.
Otoritas Iran tidak menjelaskan secara detail kapan keduanya pertama kali ditangkap atas aksi mata-mata yang mereka lakukan.
Iran sendiri sudah melakukan sejumlah eksekusi mati sejak mulai berperang dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Pada 18 Maret lalu, misalnya, Iran mengeksekusi mati seorang mata-mata yang menyebarkan informasi rahasia pemerintah ke Israel.
“Hukuman mati terhadap seorang mata-mata rezim Zionis yang telah memberikan gambar dan informasi tentang lokasi-lokasi sensitif negara kepada petugas Mossad telah dilaksanakan pagi ini,” bunyi pernyataan resmi lembaga pengadilan Iran.
Menurut pengadilan Iran, mata-mata tersebut bernama Kouroush Keyvani yang telah ditangkap sejak Juni 2025.
Keyvani terbukti membocorkan informasi rahasia Pemerintah Iran kepada Israel melalui jaringan spionase yang rumit.
Sebelum ditangkap, Keyvani diketahui pernah membantu Amerika Serikat untuk melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran.
Ia juga pernah mendapat pelatihan khusus dari Mossad untuk melakukan aksi spionase tingkat lanjut.
Saat itu, Keyvani dilatih oleh Mossad di Tel Aviv dan di enam negara Eropa yang tidak disebutkan namanya.
Sebelum eksekusi dua pria ini, Iran juga pernah menangkap 500 orang yang diduga membocorkan informasi rahasia pemerintah ke Israel.
Media Iran, Tasnim, menyebut bahwa 20 orang di antaranya ditangkap di wilayah barat laut Iran.
Mereka ditangkap karena diduga membocorkan informasi rahasia milik militer Iran ke Mossad.
Sementara itu, sepuluh orang lainnya ditangkap di wilayah timur laut Iran karena kasus spionase yang sama.
Menurut Pemerintah Iran, 500 orang yang telah ditangkap merupakan mata-mata yang dikirim oleh Israel dan Amerika Serikat.
Iran meyakini bahwa kedua negara sengaja mengirim mata-mata ke wilayahnya untuk mengumpulkan informasi rahasia.
Informasi yang dikumpulkan terutama berkaitan dengan kekuatan militer dan pertahanan Iran.
Dengan mengetahui informasi tersebut, Israel dan AS berharap bisa dengan mudah mengalahkan Iran dalam peperangan yang sedang terjadi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok