Berita, Internasional

Iran Dikabarkan Siapkan Operasi Maritim Rahasia, Incar Pelabuhan Tanjung Priok dan Selat Malaka

Repelita.net

12 September 2026 13:39 WIB • 825 view

Iran Dikabarkan Siapkan Operasi Maritim Rahasia, Incar Pelabuhan Tanjung Priok dan Selat Malaka
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Negara Republik Islam Iran dilaporkan sedang merancang sebuah operasi maritim rahasia berskala internasional yang jangkauannya secara khusus menyasar kawasan Asia Timur.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh media Iran International, rencana tersebut bahkan mencakup sejumlah jalur perairan vital serta pelabuhan-pelabuhan strategis di wilayah Indonesia.

ADVERTISEMENT

Informasi intelijen tersebut bersumber dari pihak internal yang mengetahui secara mendalam pergerakan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran khususnya divisi khusus mereka.

Unit 4000 yang berstatus sebagai Divisi Operasi Khusus di bawah Organisasi Intelijen IRGC dikabarkan tengah mengembangkan program baru guna memperluas pengaruh militer maritimnya.

Wilayah kedaulatan Indonesia disebut-sebut masuk ke dalam salah satu fokus utama dari rangkaian agenda rahasia yang sedang dimatangkan oleh divisi intelijen tersebut.

Berdasarkan dokumen laporan, unit khusus itu mempertimbangkan potensi serangan terhadap berbagai kapal komersial, armada militer, hingga kapal pribadi yang melintasi perairan strategis.

Dua jalur perairan penting di nusantara yang masuk dalam radar pengawasan ketat adalah kawasan perairan Selat Malaka serta perairan Selat Bangka.

Tidak hanya menyasar kapal-kapal yang sedang berlayar, sejumlah pelabuhan utama di kawasan regional juga dikabarkan masuk ke dalam daftar target operasi militer rahasia itu.

Di wilayah Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok disebut secara spesifik menjadi salah satu lokasi yang dipetakan sebagai sasaran potensial dalam rencana tersebut.

Sementara itu, untuk wilayah Republik Rakyat Tiongkok, rencana operasi maritim terselubung ini turut mencakup kawasan Pelabuhan Ningbo-Zhoushan serta Pelabuhan Shanghai.

Jika skenario tersebut benar-benar diwujudkan di lapangan, langkah ini akan menandai perluasan geografis aktivitas maritim Iran yang selama ini terkonsentrasi di Timur Tengah.

Pengawasan terhadap jalannya operasi maritim luar negeri tersebut kabarnya dipegang langsung oleh Brigadir Jenderal Rahman Moghaddam selaku komandan dari Unit 4000.

Sosok perwira tinggi tersebut sebelumnya sempat dikabarkan tewas akibat gempuran militer Israel di Kota Teheran pada tanggal 3 Maret dalam fase awal konflik bersenjata.

Kendati demikian, temuan investigasi terbaru dari media tersebut membuktikan bahwa Moghaddam ternyata selamat dari serangan dan masih aktif menjalankan tugas komandonya.

Pihak intelijen mencatat bahwa jenderal tersebut pernah mengemban amanah sebagai wakil koordinator pada Organisasi Perlindungan dan Intelijen Kementerian Pertahanan Iran.

Dirinya dilaporkan mulai mengambil alih kepemimpinan Unit 4000 sejak kurun waktu tiga tahun lalu untuk menjalankan misi-misi khusus di luar negeri.

Satuan tugas khusus tersebut pada masa lalu kerap dihubungkan dengan berbagai operasi sabotase serta penargetan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai musuh rezim pemerintah Iran.

Guna mendukung kelancaran misi ekspansi di Asia Timur, Unit 4000 dikabarkan mulai merekrut warga negara non-Iran untuk dijadikan agen di lapangan.

Para calon agen rekrutan tersebut diberangkatkan secara khusus ke wilayah Iran guna mendapatkan pelatihan kemiliteran sebelum diterjunkan ke negara tujuan.

Proses perekrutan tenaga asing ini dijalankan melalui perantaraan sejumlah tokoh lokal yang memiliki kedekatan dengan kelompok keagamaan tertentu di Thailand dan Indonesia.

Dari wilayah Indonesia, laporan menyebutkan dua nama individu yang diduga terlibat dalam jaringan penghubung yaitu Zahir Yahya serta Abdullah Saqqaf.

Sementara itu untuk wilayah Thailand, perekrutan agen lapangan melibatkan tokoh masyarakat setempat bernama Seyyed Momen Saketicha guna memperkuat jaringan intelijen rahasia.

Pihak berwenang menilai kemunculan rencana infiltrasi maritim ini sejalan dengan eskalasi ketegangan geopolitik menyusul ancaman para pejabat tinggi Iran terhadap jalur pelayaran global.

Kendati demikian, seluruh rencana serangan terhadap kapal serta pelabuhan di Indonesia maupun Tiongkok tersebut masih sebatas laporan investigasi sepihak dan belum terkonfirmasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung