Berita, Nasional

Indonesia Emas 2045 Dinilai Sulit Terwujud, Oligarki Disebut Jadi Penghalang Perubahan Sistem

Repelita.net

02 June 2026 12:50 WIB • 1,044 view

Indonesia Emas 2045 Dinilai Sulit Terwujud, Oligarki Disebut Jadi Penghalang Perubahan Sistem
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Diskusi tokoh yang berlangsung hangat menyoroti kekhawatiran mengenai masa depan bangsa terkait prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030 yang pernah disampaikan oleh Prabowo Subianto.

Pembahasan ini mengemuka dalam tayangan di kanal YouTube Bang Edy Channel yang mengulas posisi kepemimpinan nasional di tengah cengkeraman kekuatan oligarki.

ADVERTISEMENT

Narasumber dalam acara tersebut, Edy Mulyadi, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah terjadinya paradoks yang sangat nyata.

Di satu sisi bumi pertiwi dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah ruah, namun di sisi lain masyarakatnya justru mengalami kesulitan hidup yang semakin menghimpit.

Edy Mulyadi menyatakan, "Prabowo menulis buku Indonesia Paradoks di buku itu dijelaskan Indonesia mengalami masal paradoks."

Ia juga menambahkan bahwa kekayaan alam yang melimpah seperti batu bara, nikel, timah, dan sawit selama ini dikuasai oleh segelintir keluarga saja melalui berbagai bentuk manipulasi ekspor.

Kondisi tersebut diperparah oleh sistem kapitalisme liberal dan kleptokrasi yang membuat aturan main hukum serta kebijakan tidak berpihak pada rakyat kecil.

Akibatnya, masyarakat terus dibebani oleh berbagai macam pungutan pajak, mulai dari pembelian kendaraan hingga kebutuhan pokok pangan sehari-hari.

Sementara itu, Ustaz Haris Islam yang turut hadir sebagai pembicara menekankan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud tanpa adanya perubahan mendasar.

Menurutnya, pergantian figur kepemimpinan nasional tidak akan memberikan dampak signifikan apabila sistem yang berjalan di dalamnya tidak dibenahi secara total.

Ustaz Haris Islam menegaskan, "sesebuah Indonesia emas itu kalau dalam pandangan saya harus ditopang oleh dua hal yang pertama adalah sistem emas dan orang-orang emas jadi kalau dalam bahasanya itu great system and great people itu begitu jadi tidak bisa ditopang salah satunya".

Ia mengkritik bagaimana kepemilikan umum seperti tambang justru dialihkan kepada pihak asing dan segelintir konglomerat.

Hingga saat ini, kendali atas aturan main perekonomian dan regulasi masih berada sepenuhnya di tangan kelompok oligarki.

Oleh karena itu, para tokoh dalam diskusi ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekadar menjadi pengamat, melainkan menjadi pemain aktif dalam mendorong perubahan sistem demi mengembalikan hak-hak rakyat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung