Berita, Ekonomi

Impor Buah Indonesia Tembus 932,7 Ribu Ton di 2025, China Kuasai 649,4 Ribu Ton dengan Apel Fuji hingga Shine Muscat

Repelita.net

17 April 2026 15:59 WIB • 1,247 view

Impor Buah Indonesia Tembus 932,7 Ribu Ton di 2025, China Kuasai 649,4 Ribu Ton dengan Apel Fuji hingga Shine Muscat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indonesia mengimpor buah sebanyak 932,7 ribu ton sepanjang tahun 2025 dengan total nilai mencapai 2,02 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,2 triliun .

Volume impor buah ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 780,5 ribu ton dengan nilai 1,66 miliar dolar AS .

ADVERTISEMENT

China tercatat sebagai pemasok buah terbesar bagi Indonesia dengan volume mencapai 649,4 ribu ton senilai 1,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp22 triliun .

Angka ini menunjukkan dominasi China yang sangat signifikan dibandingkan negara-negara pemasok lainnya, sekaligus menegaskan posisi Negeri Tirai Bambu sebagai mitra utama perdagangan buah ke Indonesia .

Secara historis, China konsisten menjadi pemasok utama buah-buahan ke Indonesia dari tahun ke tahun .

Pada tahun 2021, volume impor buah dari China mencapai 514,9 ribu ton, kemudian sempat mengalami penurunan kecil pada dua tahun berikutnya sebelum melonjak tajam menjadi 649,4 ribu ton pada 2025 .

Berdasarkan data United States Department of Agriculture (USDA), lonjakan permintaan buah segar dari China ke Indonesia terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi anggur, apel, mandarin, dan pir .

Jenis buah-buahan dari China yang mendominasi pasar Indonesia pada 2025 antara lain apel Fuji yang sangat populer, anggur merah Crimson Seedless dan anggur Shine Muscat, serta pir Xiang Lie atau pir wangi .

Selain itu, jeruk mandarin dan jeruk santang asal China juga menjadi komoditas unggulan, bersama dengan buah-buahan lainnya seperti leci, loquat, Guanxi Mi You (pomelo), dan kesemek .

Data perdagangan dari United Nations COMTRADE mengungkapkan bahwa nilai impor buah apel dan pir dari China mencapai 654,88 juta dolar AS sepanjang 2025 .

Sementara itu, impor anggur segar dari China tercatat sebesar 414,79 juta dolar AS, dan jeruk segar mencapai 252,26 juta dolar AS pada periode yang sama .

Secara total nilai impor produk pertanian Indonesia dari China sepanjang 2025 mencapai 3,88 miliar dolar AS, yang setara dengan 15 persen dari total impor pertanian nasional .

China bahkan telah mempertahankan posisinya sebagai pemasok buah dan sayur terbesar bagi Indonesia selama delapan tahun berturut-turut sejak 2017 .

Pada 2025, produk China menguasai 53 persen pangsa pasar impor buah dan sayur Indonesia, sementara dari sisi nilai mencapai 58 persen .

Dominasi China terlihat sangat jelas pada tiga komoditas utama, di mana apel China menguasai 90 persen pangsa impor apel Indonesia, diikuti anggur sebesar 69 persen, dan jeruk sebesar 72 persen .

Teknologi rantai dingin dan inovasi pertanian China disebut sebagai faktor kunci di balik keberhasilan penetrasi pasar buah-buahan China ke Indonesia .

Kapal-kapal "jalur cepat buah" yang dioperasikan perusahaan pelayaran China mampu memangkas waktu pengiriman dari pelabuhan di China ke Jakarta menjadi hanya tujuh hari dengan sistem pemantauan suhu yang ketat .

Para ahli mencatat bahwa China telah berhasil mengembangkan varietas buah yang tahan disimpan dan diangkut, serta cocok dengan iklim tropis Indonesia .

Pencapaian ini menjadi bagian dari tren yang lebih luas di mana total perdagangan produk pertanian dan pangan antara China dan ASEAN sepanjang 2025 meningkat pesat .

Data dari Kementerian Perdagangan China menunjukkan bahwa pada periode Januari hingga Oktober 2025 saja, nilai ekspor buah dan olahannya dari China ke Indonesia mencapai 5 miliar dolar AS .

Di dalam negeri, buah-buahan impor China seperti apel Fuji, anggur Shine Muscat, dan pir wangi kini dengan mudah ditemukan di supermarket modern, pasar tradisional, hingga industri kuliner dan minuman .

Tren konsumsi buah impor di Indonesia terus meningkat didorong oleh perubahan gaya hidup sehat, kebutuhan industri minuman kekinian, serta permintaan dari sektor perhotelan dan restoran .

Para pengamat memprediksi permintaan buah-buahan premium dari China seperti berry, kiwi gold, dan alpukat akan terus melonjak memasuki tahun-tahun mendatang .

Meskipun Thailand dan Australia juga menjadi pemasok buah bagi Indonesia, volume dan nilainya masih jauh tertinggal dibandingkan dengan dominasi China .

Data BPS memperkuat fakta bahwa ketergantungan Indonesia terhadap pasokan buah dari China terus meningkat seiring dengan naiknya konsumsi masyarakat akan buah-buahan impor berkualitas .

Pada kuartal pertama 2025 saja, nilai impor buah Indonesia secara keseluruhan tercatat naik sebesar 17,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung