Repelita [Jakarta] - Kasus skandal korupsi yang menyeret jajaran mantan petinggi Badan Gizi Nasional memicu gelombang kemarahan elemen masyarakat hingga berujung pada aksi pengepungan kantor instansi tersebut.
Sejumlah aktivis pengawas program pangan mendatangi markas lembaga tersebut di kawasan Kebon Sirih guna meluapkan kekecewaan atas runtuhnya integritas tata kelola proyek nutrisi negara.
ADVERTISEMENT
Massa menggelar tindakan simbolik berupa penutupan papan nama institusi menggunakan tali pengaman serta memukulkan alat memasak sebagai ekspresi protes atas penyalahgunaan anggaran.
Sebagai bentuk satir terhadap program pemerintah, para demonstran secara swadaya membagikan aneka panganan tradisional kepada masyarakat yang melintas di sekitar pusat aksi tersebut.
"Koordinator Advokasi MBG Watch, Galau D. Muhammad, menegaskan bahwa pembagian makanan gratis ini murni menggunakan dana kolektif masyarakat tanpa menyentuh sepeser pun uang pajak ataupun anggaran negara."
Kemarahan kolektif ini memuncak pasca penahanan mantan Kepala BGN bersama dua wakilnya oleh kejaksaan atas dugaan manipulasi verifikasi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
"Ketiga petinggi BGN tersebut resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh tim penyidik Jampidsus Kejagung sejak Rabu (3/6/2026) lalu atas dugaan pengaturan verifikasi kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)."
Pihak berwajib membongkar modus operandi para oknum yang sengaja meloloskan lembaga non-pemerintah ilegal demi meraup keuntungan finansial harian dalam jumlah fantastis.
"Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkapkan bahwa para pelaku diduga meloloskan yayasan terafiliasi yang tidak memenuhi syarat demi meraup aliran dana insentif bernilai miliaran rupiah per hari."
Selain pemalsuan berkas kemitraan daerah, penyidik menemukan bukti penggelembungan harga pada proyek pengadaan armada motor listrik, gawai tablet, hingga perangkat televisi ukuran besar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok