Berita, Internasional

Hubungan Transatlantik Memanas Friedrich Merz dan Donald Trump Saling Serang Kondisi Domestik Jerman Amerika Serikat

Repelita.net

19 May 2026 20:23 WIB • 597 view

Hubungan Transatlantik Memanas Friedrich Merz dan Donald Trump Saling Serang Kondisi Domestik Jerman Amerika Serikat
Foto: Istimewa

Repelita Berlin - Retaknya kemitraan strategis global kembali terlihat jelas setelah kepala pemerintahan federasi Eropa Barat melayangkan keberatan tajam mengenai iklim kemasyarakatan serta finansial di negeri paman sam.

Langkah berani tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tensi diplomatik yang melibatkan kepemimpinan baru di washington pasca-kembalinya rezim konservatif yang dipimpin oleh tokoh nasionalis.

ADVERTISEMENT

Saat menghadiri pertemuan keagamaan di kota wuerzburg baru-baru ini, sang pemimpin secara mengejutkan melarang kaum intelektual muda dari negaranya untuk menimba ilmu ataupun membangun karier di wilayah amerika utara karena adanya penurunan mutu ketenagakerjaan yang cukup masif di sana.

“I do not recommend to my children at the moment to go to the US for an education and to work,” kata kanselir jerman friedrich merz dalam sambutannya yang memicu reaksi riuh dari para peserta forum.

Sikap konfrontatif ini langsung mengundang perhatian pengamat internasional mengingat jalinan kerja sama pertahanan kedua negara dianggap berada pada level terendah sejak berakhirnya konflik global abad lampau.

Terlebih pihak seberang samudra sebelumnya juga berulang kali melayangkan celaan terhadap tata kelola internal jerman terutama yang berkaitan erat dengan kebijakan arus pengungsi asing, sistem pertahanan kawasan, serta ketergantungan militer yang berlebihan.

Seorang jurnalis kawakan asal negeri paman sam menilai dinamika perselisihan yang dipertontonkan oleh kedua tokoh sentral tersebut sebenarnya hanyalah sebuah upaya taktis untuk mengalihkan isu serta problematika domestik masing-masing demi kepentingan elektoral internal.

Dirinya menambahkan bahwa fenomena saling menyerang kelemahan tata kelola wilayah sekutu kini telah dijadikan instrumen politik luar negeri yang sangat lazim guna menutupi kemunduran struktural di dalam negeri sendiri.

Pihak gedung putih sendiri langsung membalas sentilan tersebut dengan meminta mitranya di eropa itu agar lebih mawas diri dan memprioritaskan pembenahan sistem internal negaranya sendiri yang dinilai sedang mengalami kerusakan parah.

Sebagai bentuk ketegasan sikap politik yang nyata, otoritas keamanan di washington kabarnya tengah mematangkan skenario penarikan ribuan personel militer aktif mereka dari pangkalan pertahanan yang tersebar di wilayah kedaulatan jerman.

Pengamat militer mengkhawatirkan kebijakan penarikan instrumen pertahanan udara dan darat tersebut bakal merusak stabilitas geopolitik pakta pertahanan atlantik utara yang selama ini menjadi tameng utama blok barat.

Selama beberapa dekade terakhir, washington memang memandang kontribusi finansial dari negara-negara mitra di benua biru terlampau minim sehingga membebani anggaran belanja pertahanan domestik mereka sendiri.

Ketegangan antar-negara sekutu ini kini tidak lagi terbatas pada sektor perlindungan wilayah kelolaan bersama melainkan sudah merembet ke ranah persaingan ekonomi global melalui ancaman pemberlakuan bea masuk yang tinggi.

Kondisi tersebut pada akhirnya melahirkan sebuah krisis kepercayaan yang sangat mendalam di lingkungan internal persekutuan barat serta memicu perdebatan mengenai model kepemimpinan mana yang paling ideal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung