Repelita Sanaa - Zionis Israel nampaknya akan terus berada dalam ketakutan alias tidak bisa hidup tenang imbas dari konflik mereka dengan Iran, karena sekutu Republik Islam itu kian gencar melancarkan serangan bersama Korps Garda Revolusi Islam.
Situasi ini tentu membuat Israel kepayahan menghadapi serangan dari berbagai front secara bersamaan tanpa henti.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, posisi Zionis pun makin terjepit lantaran sekutu terkuat mereka yakni Amerika Serikat dikabarkan bakal angkat kaki dari zona perang dalam waktu dekat.
Di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, kelompok Houthi Yaman melayangkan ancaman baru yang semakin memperkeruh suasana.
Houthi memperingatkan bahwa pihaknya bisa bergerak untuk menutup Selat Bab el Mandeb jika negara-negara Teluk bergabung dengan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.
Ancaman terhadap jalur pelayaran strategis ini bakal semakin memperburuk ketidakstabilan ekonomi global setelah Teheran secara resmi menutup Selat Hormuz.
Melansir The Times of Israel pada Kamis (2/4/2026), seorang pejabat senior Houthi memperingatkan bahwa kelompok yang didukung Iran itu bisa bergerak menutup Selat Bab el Mandeb kapan saja.
Hal itu bakal terjadi jika negara-negara Teluk bergabung dengan serangan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Ancaman ini muncul seminggu setelah Houthi bergabung dalam perang dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Republik Islam.
Wakil Menteri Informasi Houthi, Mohammed Mansour, mengatakan bahwa opsi penutupan selat tersebut adalah pilihan Yaman yang bisa diimplementasikan jika agresi terhadap Teheran maupun Lebanon meningkat secara kejam.
Mansour menambahkan bahwa opsi itu juga bisa diambil jika negara-negara Teluk manapun terlibat langsung dalam operasi militer untuk mendukung Amerika Serikat atau Israel.
Sejauh ini belum ada negara Teluk yang secara resmi bergabung dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Namun Uni Emirat Arab telah mendorong Washington untuk melancarkan operasi pembukaan kembali Selat Hormuz secara paksa dan bersedia membantu secara militer.
Para pejabat dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain telah menyampaikan bahwa mereka tidak ingin operasi militer berakhir sampai ada perubahan signifikan dalam kepemimpinan Iran.
Mereka juga menginginkan adanya perubahan dramatis dalam perilaku negara tersebut sebelum perang dihentikan.
Sebagai informasi, Selat Bab el Mandeb merupakan titik rawan pelayaran dan jalur sempit yang mengendalikan lalu lintas laut menuju Terusan Suez.
Selat ini terletak di muara selatan Laut Merah antara Yaman yang dikuasai Houthi dan negara Djibouti.
Ancaman baru terhadap Selat Bab el Mandeb akan semakin memperburuk ketidakstabilan ekonomi global setelah Iran menutup Selat Hormuz.
Kelompok Houthi mengeklaim kembali menembakkan rudal ke wilayah Israel pada Rabu (1/4/2026).
Houthi menyebut serangan itu diluncurkan secara bersama-sama dengan IRGC dan Hizbullah Lebanon.
Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kelompoknya melakukan operasi militer ketiga yang menargetkan sasaran musuh Israel yang sensitif dengan rentetan rudal balistik.
Yahya Saree menambahkan bahwa operasi itu dilakukan secara terkoordinasi dengan Iran dan Hizbullah di Lebanon.
Serangan rudal pertama ke wilayah Israel diluncurkan tepat pada hari ke-30 perang Iran pada Sabtu (28/3/2026).
Sejak perang dimulai, kelompok Houthi menyatakan dukungan penuh untuk Teheran dalam menghadapi serangan Amerika Serikat dan Israel.
Namun mereka sebelumnya menahan diri untuk tidak ikut serta sembari memperingatkan bahwa mereka siap menembak kapan saja.
Militer Israel mengklaim telah berhasil menanggapi rudal yang dilancarkan dari Yaman dan warga diizinkan untuk meninggalkan ruang perlindungan di semua wilayah negara.
Media Israel melaporkan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat dan tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan signifikan.
Dari Yaman, Houthi berpotensi mengganggu pengiriman barang melalui Laut Merah seperti yang telah mereka lakukan pada masa-masa sebelumnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok