Berita, Nasional

Hoaks 50 M Ambyar: Si Omon Bantah Sendiri, Ceboker Nusantara Ketahuan Bohong Besar

Repelita.net

03 April 2026 12:27 WIB • 1,192 view

Hoaks 50 M Ambyar: Si Omon Bantah Sendiri, Ceboker Nusantara Ketahuan Bohong Besar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Barisan Termul dan gerombolan Ceboker Nusantara langsung ambyar setelah kebohongan besar mereka terbongkar secara telak oleh pernyataan langsung Rismon Sianipar alias Si Omon sendiri.

Analisis yang disampaikan Dr KRMT Roy Suryo kemarin terbukti akurat bahwa penggunaan artificial intelligence untuk membangun narasi hoaks semakin marak.

ADVERTISEMENT

Menurutnya kini tidak hanya memanfaatkan video-video lama Rismon tetapi juga mencatut tokoh-tokoh nasional serta presenter media televisi mainstream seperti Adisty Larasati dan Cindy Permadi dari KompasTV.

Pada Kamis 2 April 2026 di Tangga Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan sebuah rumah makan Rismon didampingi kuasa hukumnya Jahmada Girsang SH menyampaikan pernyataan asli dalam dua tayangan wawancara YouTube.

Video pertama di kanal Cumicumi berdurasi 8 menit 47 detik menunjukkan Rismon membantah tuduhan dana 50 miliar dengan tegas di menit ke-3 lebih 9 detik.

"Terkait dengan tuduhan ada tuduhan uang 50 Milyar, coba tunjukkan, O (nol) rupiah kok" ucap Rismon dalam rekaman tersebut.

Ia juga menegaskan independensi buku Jokowi's White Paper di menit ke-3 lebih 55 detik bahwa setiap penulis bertanggung jawab sendiri tanpa koordinasi.

Kuasa hukum Jahmada Girsang memperkuat pernyataan itu di menit ke-7 dengan menjelaskan bahwa pernyataan Rismon setelah 17 Maret dari Solo bukan berasal dari mereka sehingga segala plesetan atau hoaks yang beredar harus diluruskan.

Video kedua di kanal Catatan TerMul AA berdurasi 24 menit 35 detik menampilkan upaya pengarahan pembicaraan oleh TerMul yang dibuka dengan sindiran dalam bahasa Jepang terhadap latar belakang pendidikan Rismon di Universitas Yamaguchi.

Meski sempat digiring Rismon tetap membantah hoaks 50 miliar di menit ke-4 lebih 45 detik dengan menyatakan bahwa independensinya justru membuktikan tidak ada dana tersebut.

Ia menambahkan di menit ke-5 bahwa tuduhan semacam itu mudah dilontarkan tanpa bukti detail mengenai lokasi waktu dan bentuk transaksi baik tunai cek atau lainnya.

Dr KRMT Roy Suryo menilai pola gerombolan Ceboker Nusantara sangat vulgar dan kampungan karena berulang kali menyebarkan hoaks seperti WA palsu oleh TerMul AA serta gosip dana 5 miliar atau 50 miliar hingga hubungan khusus yang tidak masuk akal.

Semua klaim tersebut diamplifikasi secara serempak oleh kelompok YouTuber Ceboker Nusantara yang terafiliasi dengan onderbouw bahaya laten gank Oslo bekas rezim masa lalu.

Rencana acara mereka pada Sabtu 4 April 2026 di Hotel Sunan yang akan mengundang junjungan Petruk dan Petruk Cilik dinilai sebagai upaya membentuk persekutuan jahat baru.

Dr KRMT Roy Suryo juga menyoroti sikap Rismon di menit ke-22 lebih 50 detik dalam video yang dianggap memalukan karena menyerang content creator yang selama ini membantunya dengan tuduhan hanya mengejar duit dari tripod dan speaker padahal ia keliru membedakan speaker sebagai pengeras suara dengan microphone sebagai pengambil suara.

Menurut Roy hal itu sangat ironis bagi seseorang yang mengklaim pakar bahkan dengan gelar S3 luar negeri karena merupakan pengetahuan dasar elektronika tingkat sekolah dasar.

Ia menekankan bahwa kanal-kanal abal-abal Ceboker Nusantara seperti AF BBO BM BBB OP JS VH DZ DAJ IM dan lainnya seharusnya ditindak tegas seperti DIBIKIN CHANNEL yang sudah ditutup karena penyebaran hoaks misinformasi hate speech defamation spam dan click-bait ekstrem.

Penyebutan inisial atau julukan plesetan terhadap tokoh nasional seperti Bapak JK Menko AHY Ketua DPR PM Prof MMD Ketua DEN LBP IB HRS tanpa konfirmasi semakin memperburuk situasi.

Dr KRMT Roy Suryo menyimpulkan bahwa buku Jokowi's White Paper diakui Rismon sebagai karya masing-masing dan independen meski ia mengklaim menulis lebih dari 400 halaman dengan hampir separuhnya berisi script Python yang seharusnya masuk appendix bukan badan buku.

Oleh karena itu kasus ijazah yang secara ilmiah 99,9 persen palsu semakin terbukti nyata akibat ketidakjujuran ketidaktransparanan dan sikap tidak negarawan dari pihak yang tidak mau menunjukkan ijazah asli.

Dr KRMT Roy Suryo bersama Dr Tifa Rizal Fadillah Kurnia Tri Royani Rustam Effendi serta didukung Abraham Samad Mikhael Sinaga Nurdian Noviasyah Susilo dan Ali Ridho tetap konsisten membongkar skandal besar bersejarah yang memalukan republik ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung