Berita, Nasional

Hersubeno Arief: Wacana Akses Luas Pesawat AS di RI Sentuh Kedaulatan, Bukan Kerja Sama Biasa

Repelita.net

15 April 2026 15:50 WIB • 1,114 view

Hersubeno Arief: Wacana Akses Luas Pesawat AS di RI Sentuh Kedaulatan, Bukan Kerja Sama Biasa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Isu wacana pemberian akses luas bagi pesawat militer Amerika Serikat untuk melintasi wilayah udara Indonesia telah menimbulkan perhatian serius di kalangan masyarakat.

Pengamat politik senior Hersubeno Arief menilai polemik ini menyentuh hal paling sensitif dalam kehidupan bernegara yaitu soal kedaulatan dan posisi Indonesia di tengah peta geopolitik dunia.

ADVERTISEMENT

Perdebatan ini muncul setelah laporan media asing menyebutkan adanya usulan dari Amerika Serikat untuk mendapatkan izin lintas udara secara menyeluruh di Indonesia.

Isu tersebut semakin ramai dibahas di berbagai platform media sosial terutama karena dikaitkan dengan pertemuan Prabowo Subianto dan Donald Trump.

Menurut Hersubeno Arief pengaturan akses udara seperti ini bukanlah kerja sama militer biasa melainkan memiliki implikasi strategis yang langsung berhubungan dengan kendali negara atas wilayahnya.

Ruang udara dianggap bukan sekadar masalah teknis tetapi menjadi simbol dari otoritas serta kemandirian suatu bangsa.

Skema izin lintas udara yang disebutkan berbasis notifikasi daripada persetujuan per kasus dinilai berpotensi mengurangi kendali Indonesia atas aktivitas militer asing di wilayahnya jika diterapkan dalam waktu lama.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan sudah memberikan penjelasan bahwa dokumen yang beredar masih berupa rancangan awal dan belum bersifat mengikat.

Setiap kerja sama pertahanan akan tetap mengutamakan kepentingan nasional serta menjaga kedaulatan negara sepenuhnya.

Hersubeno Arief menekankan bahwa klarifikasi pemerintah ini penting untuk meredakan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Namun demikian isu ini tetap harus dikaji dengan sangat hati-hati mengingat dampaknya yang luas terhadap posisi Indonesia di arena internasional dan persepsi negara lain.

Jadi ini serius ya. Karena dalam situasi seperti ini setiap sinyal perubahan posisi Indonesia sekecil apa pun akan dibaca sebagai sangat signifikan.

Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah dokumen itu benar atau tidak tetapi bagaimana Indonesia menjaga keseimbangan di tengah tekanan dua kutub kekuatan dunia tanpa kehilangan kendali atas kedaulatannya sendiri.

Ruang lingkup kerja sama yang dibahas mencakup operasi kontinjensi respons krisis hingga latihan militer bersama yang memiliki tafsir cukup luas.

Hal ini berpotensi membuka peluang penggunaan wilayah udara Indonesia untuk kepentingan militer dalam berbagai situasi global yang sensitif.

Dalam analisisnya Hersubeno Arief juga menghubungkan isu ini dengan dinamika geopolitik yang melibatkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat Rusia dan China serta konflik di Timur Tengah.

Posisi Indonesia menjadi sangat krusial terutama terkait jalur strategis penerbangan militer dari Asia Timur menuju Samudra Hindia.

Situasi bertambah kompleks karena isu ini muncul bersamaan dengan kunjungan Prabowo Subianto ke Rusia untuk bertemu Vladimir Putin.

Momentum tersebut dinilai dapat memengaruhi persepsi global terhadap arah kebijakan luar negeri Indonesia.

Transparansi dan kehati-hatian sangat diperlukan dalam setiap langkah kebijakan strategis khususnya yang berkaitan dengan kerja sama militer.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung