Repelita Jakarta - Analis Komunikasi Politik ternama Hendri Satrio menyebut bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya hanya menjalankan perannya sebagai bentuk proteksi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Teddy diketahui menjabat sebagai Seskab sejak 20 Oktober 2024 dan sejak saat itu ia berada di lingkaran paling pertama orang nomor satu di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Tugas utamanya adalah mengatur jadwal serta menentukan dengan siapa saja Presiden Prabowo bertemu dalam setiap kesempatan.
Hendri Satrio yang karib disapa Hendsat itu mengatakan bahwa setiap pemerintahan memiliki cara tersendiri dalam mengatur kabinet mereka.
Setiap posisi di dalam kabinet memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing yang tidak harus sama antara satu pemerintahan dengan pemerintahan lainnya.
“Setiap pemerintahan punya petugas yang punya job desk masing-masing, dan ngak harus sama,” kata Hendsat kepada media pada Rabu, 22 April 2026.
Mengenai anggapan bahwa Teddy selama ini berfungsi sebagai proteksi bagi Prabowo, Hendsat menilai hal itu adalah sah-sah saja selama memang merupakan perintah presiden.
“Khusus Teddy, menurut saya dia tidak akan bertindak di luar instruksi yang diperbolehkan dilakukan oleh Pak Prabowo,” terang analis politik tersebut.
Karenanya, jika Prabowo sendiri tidak keberatan dengan peran yang dijalankan Teddy selama ini maka tidak ada satu hal pun yang perlu dipersoalkan oleh publik.
“Jadi kalau kita lihat, apakah sudah sesuai atau belum, yang kita lihat kan bosnya. Kalau bosnya tidak keberatan, masa kita keberatan,” ucap Hendsat tegas.
Hendsat menilai bahwa Teddy telah menjalankan perannya sesuai dengan keinginan dan arahan dari Presiden Prabowo selama ini.
“Jadi menurut saya, apa yang dilakukan Teddy sudah sesuai dengan kaidah yang diinginkan oleh Presiden Prabowo,” imbuh analis komunikasi politik tersebut.
Menurut pandangan Hendsat, Teddy tidak mungkin berani untuk bertindak di luar keinginan dan arahan yang diberikan oleh presiden.
“Masa iya, ada yang berani bertindak tanpa restu presiden,” pungkas Hendsat mengakhiri pernyataannya tentang peran Seskab Teddy Indra Wijaya.
Pernyataan Hendsat ini muncul di tengah berbagai sorotan publik terhadap kinerja Teddy sebagai Seskab yang dinilai sangat protektif terhadap Presiden Prabowo.
Sejumlah pihak sebelumnya mengkritik bahwa Teddy terlalu ketat dalam mengatur akses para tokoh dan pejabat yang ingin bertemu dengan presiden.
Namun Hendsat membalik perspektif tersebut dengan mengatakan bahwa ketatnya akses justru merupakan bentuk pelaksanaan tugas yang baik dari seorang sekretaris kabinet.
Menurutnya, presiden berhak penuh untuk memilih siapa yang akan menjadi penyaring informasi dan penjaga pintu masuk menuju dirinya.
Selama presiden merasa nyaman dan tidak keberatan dengan cara kerja Teddy, maka publik tidak perlu ikut campur terlalu dalam.
Hendsat juga menekankan bahwa Teddy bukanlah seorang pejabat publik yang dipilih melalui pemilu sehingga tugasnya murni untuk melayani presiden.
Ia mengingatkan bahwa dalam sistem pemerintahan presidensial, presiden memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa saja yang berada di timnya.
Publik, kata Hendsat, sebaiknya fokus menilai kinerja presiden secara keseluruhan, bukan menyoroti secara berlebihan peran staf kepresidenan.
Selama tidak ada pelanggaran hukum yang terbukti, peran Teddy sebagai proteksi terhadap presiden adalah sesuatu yang wajar dan lumrah terjadi.
Pernyataan Hendsat ini pun menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pengamat politik dan warganet yang mengikuti perkembangan isu seputar Istana.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok