Repelita Jakarta - Pengamat politik nasional Hendri Satrio melempar analisis menarik ihwal peta kekuatan dalam kontestasi pemilihan presiden mendatang.
Ia menilai panggung politik lima tahun ke depan bakal menghadirkan formasi yang jauh lebih cair tanpa harus terpaku pada pola koalisi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu opsi yang mulai dikalkulasikan adalah kemunculan nama wakil presiden saat ini untuk naik tingkat sebagai kandidat calon presiden.
“Calon-calonnya banyak. Dan 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran lagi. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo,” ucap Hendri, Rabu 9 September 2026.
Lebih lanjut, pengamat tersebut turut memetakan sejumlah figur lain yang dinilai mempunyai basis massa kuat untuk meramaikan bursa kepemimpinan nasional.
Nama mantan gubernur daerah khusus ibu kota disebut masih memegang magnet politik yang cukup signifikan untuk diperhitungkan oleh para elite partai.
Potensi pergerakan arus bawah yang selama ini memberikan dukungan kepada figur tersebut diyakini akan menjadi pertimbangan strategis dalam pembentukan poros koalisi.
“Yang paling santer kan gerakan rakyat yang mengusung Anies Baswedan. Nah, ini tinggal dilihat gerakan rakyat itu lolos verifikasi atau tidak. Tapi kalau buat Mas Anies, pasti dia masuk dalam kalkulasi banyak politisi,” ujarnya.
Dari kalkulasi yang sama, terbuka pula ruang spekulasi mengenai kemungkinan lahirnya pasangan duet tak terduga antara tokoh muda pusat kekuasaan dengan sang mantan gubernur.
Kendati terdengar di luar kebiasaan, dinamika pencairan kekuatan politik di tanah air dinilai mampu melahirkan berbagai skenario kombinasi calon pemimpin.
“Dia bisa lewat PSI. Mungkin dia juga bisa hitung Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat mendampingi anaknya. Jadi, di politik itu, terutama setelah Mas Gibran jadi wapres, sulit kita mengatakan tidak mungkin,” tuturnya.
Meski demikian, seluruh skenario yang beredar di ruang publik tersebut masih sebatas pembacaan awal dari para pengamat pengamat dan belum menjadi keputusan resmi.
Peta koalisi serta kepastian arah dukungan parpol dipastikan masih akan mengalami banyak pergeseran seiring berjalannya waktu dan konsolidasi kekuatan menuju perhelatan elektoral.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok