Repelita Jakarta - Jalannya persidangan perkara perselisihan hasil pemilihan umum di tingkat Mahkamah Konstitusi diwarnai ketegangan taktis saat majelis hakim mendalami keabsahan berkas riwayat sekolah luar negeri milik perwakilan pimpinan nasional.
Pihak pimpinan sidang melayangkan cecaran pertanyaan mendalam guna meminta kepastian serta transparansi regulasi mengenai instrumen hukum penyetaraan berkas kelulusan mancanegara yang diterbitkan kementerian terkait.
ADVERTISEMENT
Momen interaksi panas di ruang sidang pleno tersebut disiarkan secara daring melalui unggahan liputan video di kanal YouTube BITV pada tanggal 2 Oktober 2026.
Wakil Ketua MK Saldi Isra bertindak memimpin jalannya pembuktian dengan memanggil perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan kesaksian kesetaraan tingkat sekolah.
Majelis hakim memandang kejelasan prosedur administrasi konversi ijazah dari luar negeri sangat krusial guna menguji pemenuhan syarat kelayakan administratif calon wakil presiden dalam pemilu.
Di hadapan saksi kementerian di ruang sidang, Saldi Isra menegaskan, "coba tunjukkan mana aturan yang mengatakan kalau penyetaraan itu dilakukan terhadap ijazah luar negeri yang bersangkutan itu setara dengan tingkat kelas berapa di indonesia jangan hanya memakai kalimat umum yang membingungkan persidangan."
Persoalan ini memicu perdebatan sengit di ruang peradilan lantaran adanya perbedaan persepsi mengenai kedudukan program khusus kualifikasi akademi yang ditempuh di luar negeri.
Jajaran hakim konstitusi meminta pihak otoritas pendidikan menunjukkan dokumen pendukung konkret yang menerangkan konversi tingkat pembelajaran tersebut secara spesifik dan eksplisit.
Langkah pendalaman materi berkas pendaftaran pemilu ini dipandang sebagai bentuk komitmen independensi kehakiman demi menjamin keterbukaan data hukum yang sahih bagi masyarakat.
Proses verifikasi pemenuhan syarat formil riwayat pendidikan tinggi ini diprediksi masih akan terus bergulir ketat hingga seluruh saksi ahli selesai memaparkan pembuktian di meja hijau.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok