Berita, Nasional

[HEBOH] Rudy Mas’ud ke Singapura Saat Samarinda Diselimuti Kabut Asap, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim

Repelita.net

13 October 2026 19:32 WIB • 96 view

[HEBOH] Rudy Mas’ud ke Singapura Saat Samarinda Diselimuti Kabut Asap, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala daerah Kalimantan Timur Rudy Mas'ud mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah selembar dokumentasi digital yang merekam keberadaannya di Singapura tersebar luas di dunia maya.

Kemunculan potret tersebut memicu polemik hangat lantaran momentum keberangkatan sang pejabat bertepatan dengan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang tengah mengepung wilayahnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan penelusuran di jagat digital, unggahan foto yang mulai ramai di platform media sosial Threads sejak Senin, 12 Oktober 2026 itu memperlihatkan aktivitas sang gubernur di sebuah lokasi kuliner luar negeri.

Narasi yang disematkan dalam kiriman tersebut mengklaim bahwa pemimpin wilayah Kalimantan Timur itu tengah menikmati hidangan makan pagi di kawasan komersial Marina Bay Sands, Singapura.

Penyebaran visual ini langsung memanen reaksi kritis dari kalangan pengguna internet yang menyayangkan pilihan waktu plesiran sang pejabat di tengah situasi darurat lingkungan daerah.

Kritik tajam bermunculan mengingat polusi jerebu akibat karhutla dilaporkan masih pekat menyelimuti ruang udara Kota Samarinda pada periode awal Oktober 2026.

Dampak buruk pencemaran udara bahkan memaksa otoritas terkait menghentikan aktivitas belajar tatap muka pada Kamis, 8 Oktober 2026 di sejumlah sekolah wilayah Kecamatan Sambutan dan Palaran.

Para siswa diinstruksikan untuk kembali mengikuti metode pembelajaran jarak jauh akibat merosotnya kualitas baku mutu udara serta terganggunya jarak pandang keselamatan di jalan raya.

Menanggapi meluasnya mosi tidak percaya dari masyarakat, otoritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika akhirnya angkat bicara.

Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, membenarkan informasi mengenai keberadaan Rudy Mas'ud di Singapura dalam rangka menjalankan prosedur pengobatan medis.

Pernyataan resmi pemerintah daerah tersebut menegaskan bahwa seluruh akomodasi dan biaya cek kesehatan bersumber dari kantong pribadi sang gubernur tanpa membebani kas APBD daerah.

Ririn Sari Dewi berdalih langkah pengobatan di luar negeri terpaksa diambil lantaran kondisi kebugaran fisik sang kepala daerah sempat menurun drastis akibat padatnya jadwal kerja operasional.

Pihak dinas juga mengklaim agenda kunjungan medis sudah disiasati sedemikian rupa pada momen libur akhir pekan agar tidak mencederai roda pelayanan publik di tingkat provinsi.

Selain itu, manajemen birokrasi mengklaim telah mengantongi lampu hijau berupa izin lisan dari Menteri Dalam Negeri, sementara berkas izin tertulis dikirimkan secara paralel ke kementerian terkait.

Pihak otoritas daerah turut merinci rekam jejak perjalanan dinas dan pribadi sang gubernur untuk menepis tudingan miring mengenai agenda liburan mewah di tengah masa krisis asap.

Pada Kamis, 8 Oktober 2026, Rudy Mas'ud tercatat masih mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam forum ilmiah di Balikpapan.

Memasuki hari Jumat, 9 Oktober 2026, agenda kerja berlanjut dengan menghadiri seremoni pembukaan kantor jaringan perbankan regional Jawa Timur yang beroperasi di wilayah Balikpapan.

Selanjutnya pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Rudy Mas'ud bertolak menuju Kota Bandung guna menghadiri konsolidasi internal organisasi Partai Golkar dalam kapasitasnya sebagai pimpinan daerah partai.

Pasca merampungkan urusan organisasi pada malam harinya, barulah penerbangan menuju Negeri Singa dilakukan demi mengejar jadwal pemeriksaan medis pada esok harinya.

Proses rekam medis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dilangsungkan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Usai menjalani perawatan, Rudy Mas'ud langsung terbang menuju Jakarta pada Senin, 12 Oktober 2026 siang sebelum akhirnya mendarat kembali di Balikpapan pada sore hari yang sama.

Di tengah bergulirnya sentimen negatif publik, Ririn Sari Dewi secara terbuka melayangkan pernyataan permohonan maaf atas kegaduhan dan perhatian publik yang tersita akibat kabar miring tersebut.

Sikap responsif ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan kepekaan situasi sosial masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak ekonomi serta gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung