Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Pelajar SMA Dikeroyok Korban Tak Berdaya Diseret dan Dipukul Kayu, Truk Ormas Dirusak Warga Pasca-Demo di Petamburan

Repelita.net

28 August 2026 23:59 WIB β€’ 600 view

[HEBOH] Pelajar SMA Dikeroyok  Korban Tak Berdaya Diseret dan Dipukul Kayu, Truk Ormas Dirusak Warga Pasca-Demo di Petamburan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Aksi kekerasan jalanan kembali mewarnai situasi pascademonstrasi di ibu kota setelah sebuah rekaman video yang memperlihatkan tindakan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA viral di media sosial.

Insiden penganiayaan tersebut dikabarkan menimpa seorang siswa bernama Fatur di kawasan pemukiman RW 7 Petamburan, Jakarta Pusat, pada dini hari Jumat, 28 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Tayangan yang memperlihatkan kondisi korban yang sudah tidak berdaya saat mendapat pukulan kayu, diseret, hingga ditendang pada bagian kepala tersebut diunggah oleh akun @netizenledger

pada 28 Agustus 2026.

Rangkaian aksi kekerasan ini meletus sesudah gelombang unjuk rasa besar yang digelorakan berbagai elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 dalam rangka menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.

Kericuhan merembet hingga ke kawasan Slipi dan Petamburan saat kelompok massa bertahan hingga dini hari serta terlibat aksi pembakaran sampah dan penyalaan kembang api di tengah halauan gas air mata petugas.

Sebelum pengeroyokan terjadi, lima unit truk colt diesel berwarna kuning yang diduga milik organisasi kemasyarakatan mengalami kerusakan parah akibat perlawanan warga di wilayah Kemanggisan, Jakarta Barat.

Warga setempat nekat merusak dan menggulingkan armada kendaraan tersebut karena merasa terancam oleh tindakan intimidasi kelompok bersenjata kayu dan bambu yang memasuki permukiman.

Padahal pihak pimpinan ormas yang dipimpin Hercules de Marshal sebelumnya sempat menyatakan kesiapsiagaan penuh untuk membantu aparat kepolisian dan TNI dalam memelihara ketertiban wilayah.

Kehadiran unsur kelompok masyarakat di luar aparat keamanan tersebut memicu reaksi keras dari para pengguna media sosial yang menilai langkah tersebut justru memicu bentrokan antarkelompok.

Salah satu komentar di unggahan tersebut mempertanyakan peran ormas. "Pengamanan ini tugas Polisi dan Tentara, ngapain ormas pada ikut-ikut nimbrung, mereka ini hanyalah gengster terorganisir," tulis seorang pengguna.

Hingga Jumat siang, 28 Agustus 2026, pihak kepolisian beserta pengurus ormas terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai peristiwa pengeroyokan serta perusakan kendaraan tersebut.

Masyarakat kini mendesak penegak hukum untuk segera mengusut tuntas para pelaku penganiayaan fisik guna mencegah meluasnya konflik horizontal di tengah warga sipil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung