Berita, Nasional

[HEBOH] Media asing soroti sikap Indonesia perkuat kerjasama militer dengan AS, bahas akses wilayah udara

Repelita.net

15 April 2026 17:22 WIB • 1,073 view

[HEBOH] Media asing soroti sikap Indonesia perkuat kerjasama militer dengan AS, bahas akses wilayah udara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Media asing menyoroti langkah Indonesia yang memperkuat kerja sama militer dengan Amerika Serikat di tengah kontroversi usulan akses wilayah udara atau blanket overflight bagi pesawat militer AS.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa usulan blanket overflight access tersebut merupakan inisiatif dari pihak Amerika Serikat yang masih dalam tahap pertimbangan internal pemerintah Indonesia.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa setiap pengaturan kerja sama harus berlandaskan kedaulatan penuh Indonesia serta prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Sebuah laporan Reuters mengungkapkan bahwa Kemlu RI pernah mengirimkan surat rahasia dan mendesak kepada Kementerian Pertahanan pada awal April 2026 untuk meminta penundaan kesepakatan akhir terkait usulan ini.

Dalam surat yang ditandai sebagai "mendesak dan rahasia" tersebut, Kemlu RI memperingatkan bahwa pemberian akses luas kepada militer AS berpotensi menyeret Indonesia ke dalam konflik berkepanjangan di Laut China Selatan.

Kekhawatiran tersebut juga didasari pada catatan bahwa dalam kurun waktu 2024 hingga April 2025, pesawat AS tercatat 18 kali melakukan pelanggaran wilayah udara dan perairan Indonesia saat misi pengintaian di Laut China Selatan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan RI melalui Juru Bicaranya, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menegaskan bahwa dokumen yang beredar merupakan rancangan awal yang tidak mengikat dan masih dalam pembahasan internal.

Rico juga menyatakan bahwa usulan blanket overflight clearance tersebut sama sekali bukan merupakan pilar utama dalam kerja sama Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang telah disepakati kedua negara.

Meskipun demikian, publikasi mengenai proposal ini tetap menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk anggota Komisi I DPR yang mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari media.

Para pengamat menilai bahwa situasi ini menempatkan Presiden Prabowo Subianto pada posisi yang sulit dalam menjaga keseimbangan hubungan dengan Washington tanpa mengorbankan kedaulatan dan kebijakan bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung