Berita, Peristiwa

[HEBOH] Lansia Pemilik Laundry Dihajar Brutal, Pelaku Ternyata Suami Mantan Karyawan

Repelita.net

02 June 2026 21:12 WIB • 762 view

[HEBOH] Lansia Pemilik Laundry Dihajar Brutal, Pelaku Ternyata Suami Mantan Karyawan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang perempuan lanjut usia bernama Christine Wijaya (76), pemilik usaha jasa pencucian pakaian di kawasan Kebon Jeruk IX, Maphar, Tamansari, Jakarta Barat, menjadi korban penganiayaan brutal yang terjadi saat dirinya bersiap mengakhiri aktivitas usaha pada petang hari.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah hingga harus menjalani perawatan medis serta mendapatkan jahitan karena robekan yang cukup dalam.

ADVERTISEMENT

Christine menuturkan, kejadian bermula ketika seorang pria datang ke tempat usahanya sekitar pukul 18.00 WIB dengan alasan ingin menggunakan jasa laundry.

“Dia bilang mau laundry. Saya bilang sudah tutup tapi dia minta tolong ditimbang dulu,” ujar Christine.

Karena menganggap permintaan itu biasa, korban kemudian membuka sebagian pintu dan mengizinkan pria tersebut masuk ke dalam toko untuk menimbang pakaian yang dibawanya.

Namun situasi mendadak berubah ketika pria tersebut secara tiba-tiba melakukan penyerangan saat korban sedang melayani permintaannya.

Korban sempat berteriak meminta bantuan warga sekitar, tetapi pelaku terus melancarkan serangan yang membuat dirinya tidak mampu melakukan perlawanan.

“Awalnya saya gatahu dipukulnya pakai apa karena saya cuma tahunya kepala saya udah berdarah. Setelah saya pulang dari Polsek, saya lihat ada balok di sini. Saya curiga dia pukul saya pakai balok ini,” ujarnya.

Usai melapor ke polisi, Christine menemukan balok kayu berpaku yang tertinggal di lokasi dan menduga benda tersebut digunakan pelaku saat menganiayanya.

Luka yang dialami korban cukup parah hingga harus mendapatkan enam jahitan di bagian kepala setelah darah mengucur deras akibat pukulan yang diterimanya.

"Kan pertama dia pukul mata, kemudian dia pukul kepala saya ini, tonjok. Dia fokus ke kepala saya aja. Saya tahu dia itu ada motivasi yang enggak bener," ujarnya.

Saat kejadian berlangsung, korban berada seorang diri di dalam toko karena pegawai yang biasa membantunya telah pulang lebih dulu.

"Jadi emang saya sendirian dan sama sekali enggak curiga sama dia. Karena pas datang, pelaku ini baik-baik ngomongnya," kata Christine.

Teriakan korban akhirnya mengundang perhatian warga sekitar dan seorang juru parkir yang segera mendatangi lokasi sehingga pelaku memilih melarikan diri.

Meski sempat kabur, pelaku tidak berhasil lolos karena berhasil diamankan warga di kawasan Tamansari VIII yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian.

"Pelaku akhirnya ketangkep. Sedangkan istrinya yang nunggu di motor di ujung jalan, langsung kabur," kata Christine.

Setelah ditangkap, pelaku dibawa ke Polsek Metro Tamansari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait motif penyerangan tersebut.

Menurut keterangan yang diterima korban dari pihak kepolisian, pelaku mengaku menyimpan rasa kesal karena merasa pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berurusan dengan usaha laundry milik Christine.

"Dia bilang katanya dia mau ngambil baju laundry-annya, enggak punya uang, ribut sama saya. Padahal sih dia enggak ada baju di sini, enggak pernah nyuci juga di tempat saya," ujarnya.

Korban membantah seluruh pengakuan tersebut dan menegaskan tidak pernah mengenali pelaku sebagai pelanggan usahanya.

“Dia bukan pelanggan saya. Saya juga enggak kenal,” tegasnya.

Dalam pemeriksaan berikutnya, pelaku mengaku merupakan suami dari mantan karyawan korban yang pernah bekerja di tempat usaha tersebut beberapa waktu lalu.

Christine mengungkapkan mantan pekerjanya yang bernama Novi pernah diberhentikan karena dianggap sering melakukan kesalahan yang merugikan pelanggan.

“Novi dulu pernah kerja sama saya. Tapi kerjanya enggak benar, sering bikin baju pelanggan ketukar,” katanya.

Meski pernah mengambil keputusan memberhentikan pegawainya, korban mengaku tidak pernah memiliki persoalan pribadi maupun niat mencari permusuhan dengan siapa pun.

"Kalau saya orangnya begitu, nggak mau lah kita cari musuh," kata dia.

Pascakejadian tersebut, Christine mengaku masih diliputi rasa takut dan trauma sehingga memutuskan mengurangi jam operasional usahanya demi alasan keamanan.

“Biasanya tutup jam 6, sekarang mungkin jam 5 sudah tutup. Kalau karyawan sudah pulang, saya enggak mau buka lagi,” ujarnya.

Ia berharap proses hukum berjalan tegas dan pelaku menerima hukuman setimpal agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi terhadap orang lain.

“Supaya dia dihukum berat dan sadar. Cari uang sekarang susah, kenapa mesti begini,” tuturnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung