Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Jokowi Sebut Kesalahan Cetak Penerbit Buku Alumni UGM Tahun 1988 Saat Diperiksa Hakim di Persidangan

Repelita.net

05 November 2026 18:53 WIB • 73 view

[HEBOH] Jokowi Sebut Kesalahan Cetak Penerbit Buku Alumni UGM Tahun 1988 Saat Diperiksa Hakim di Persidangan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Jalannya persidangan perkara pembuktian dokumen akademis mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali diwarnai ketegangan sosiopolitik yang sengit di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

Pihak penasihat hukum terdakwa melakukan verifikasi data materiil secara langsung dengan menunjukkan buku album kelulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada kepada majelis hakim.

Peristiwa pemeriksaan dokumen otentik yang menghebohkan masyarakat tersebut dilaporkan melalui unggahan akun sosial media Threads milik katarakyatcom pada hari Kamis tanggal lima November tahun dua ribu dua puluh enam.

Narasi publik mendeteksi adanya momen penting saat mantan kepala negara maju bersama pengacara ke meja persidangan guna mengklarifikasi keabsahan cetakan identitas kelulusan sarjana tahun seribu sembilan ratus delapan puluh delapan tersebut.

"Dalam persidangan terkait kasus ijazah, pengacara Roy Suryo menunjukkan buku album alumni Fakultas Kehutanan UGM tahun 1988 kepada majelis hakim.

Pengacara dan Jokowi kemudian maju bersama ke meja hakim untuk memeriksa dokumen tersebut, di mana Jokowi menjelaskan bahwa terdapat kesalahan cetak dari pihak penerbit pada data terkait," tulis akun katarakyatcom dalam laporan utuhnya.

Pernyataan dari mantan penguasa mengenai adanya kekeliruan cetak dari perusahaan penerbit buku alumni tersebut langsung menuai respons sinis serta kritik tajam dari warganet.

Pengguna internet menilai dalih kesalahan teknis administrasi kampus merupakan langkah pembelaan diri yang lazim digunakan guna menghindari jerat pengujian laboratorium forensik.

"Yg salah yg nyetak ,bukan saya ,dasar jokodok ,apes dah tukang cetak buku alumni UGM .

Ngeles kan memang keahliannya😂

Cetakan alumni salah cetak, asal ngedabrus," bunyi rentetan opini dari akun i.iskandaria, embie.ok, dan herrysuhendra9363 yang ditulis persis tanpa pengubahan.

Sentimen ketidakpercayaan publik di jagat siber kian memuncak mengiringi proses penahanan mantan Kapolri yang dikaitkan dengan skandal proteksi siber nasional.

Masyarakat siber mendesak agar penegakan hukum siber atas dugaan akses rekayasa dokumen digital ini terus diusut tuntas hingga menyentuh aktor intelektual tertinggi.

"Fotomu palsu pak, waktuau diuji kau tolak, smntara ijazahmu sdh di sita hihihihi berarti foto ini baru dibuat hahaha listyo sdh dipenjaraahh kau nnti nyusul," cetus akun abbyj_ufri luput dari keraguan.

Di sisi lain, perdebatan mengenai urgensi pengusutan berkas kelulusan mantan pejabat negara ini juga memicu pandangan tandingan dari sebagian elemen masyarakat sipil lainnya.

Elemen netizen menilai proses hukum terhadap tokoh yang telah purna tugas semestinya dihentikan demi menjaga stabilitas sosiologis serta ketenteraman masa pensiun sang mantan tokoh nasional.

"10 tahun joko, gw kontra, apalagi soal tax amnesty, import garem (konyol bgt), bbm naik saat oil dunia turun, bnky lgi, tpi gw menolak jokowi di usut ijazah nya, urgensi nya gk ad krn dia dah purna tugas, biarin dia idup tnang di masa pensiun nya!!!," sahut akun pangestu2.43 melengkapi jalannya diskusi siber.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok








View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung