Berita, Viral Sosmed

[HEBOH] Hilmi Firdausi Soroti Mitra MBG yang Masih Aktif, Video “Joget Cuan” Hendrik Irawan Kembali Disorot: Seolah Tak Pernah Terjadi Apa-apa

Repelita.net

07 June 2026 21:48 WIB • 850 view

[HEBOH] Hilmi Firdausi Soroti Mitra MBG yang Masih Aktif, Video “Joget Cuan” Hendrik Irawan Kembali Disorot: Seolah Tak Pernah Terjadi Apa-apa
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Publikasi digital milik aktivis media sosial sekaligus pemuka agama Nahdlatul Ulama Hilmi Firdausi kembali memantik sorotan tajam di platform X.

Lewat saluran resmi pribadinya @Hilmi28, sang cendekiawan memberikan ulasan kritis terhadap sosok Hendrik Irawan selaku pengelola rekanan fasilitas pemenuhan gizi yang sempat memicu kehebohan publik beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

"Saya kira orang ini sudah benar-benar dikeluarkan dari program MBG, ternyata dia masih ada dan tetap dengan joget-jogetnya," tulis Hilmi Firdausi pada tanggal posting Sabtu 5 Juni 2026.

Hingga saat ini, impresi dari unggahan bernada sindiran tersebut telah disaksikan lebih dari setengah juta kali dan memanen beragam sentimen dari kalangan pengguna internet.

Mayoritas masyarakat mempertanyakan konsistensi serta ketegasan sikap Badan Gizi Nasional terkait kelayakan status kemitraan dengan pebisnis asal wilayah Bandung Barat tersebut.

Sebagai kilas balik, rekam jejak kontroversi Hendrik Irawan mulanya mencuat ke permukaan usai dokumentasi dirinya menari di area dapur masak koridor program pemerintah tersebar luas.

Dalam narasi sinematik yang beredar, figur bersangkutan disinyalir memamerkan capaian laba bersih harian atau insentif senilai Rp6 juta dari proyek strategis besutan Presiden Prabowo Subianto.

Aksi pamer kemewahan tersebut seketika memanen kecaman pedas lantaran dipandang tidak elok di tengah bergulirnya program kemanusiaan untuk mengatasi masalah stunting anak sekolah.

Buntut dari riak sosial di tengah masyarakat itu, instansi BGN sempat mengambil tindakan dengan menonaktifkan sementara legalitas operasional fasilitas milik Hendrik di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah pembekuan izin tersebut kala itu diambil demi kepentingan investigasi mendalam terhadap aspek kelayakan teknis serta standardisasi infrastruktur dapur pengolahan makanan.

Akan tetapi, kemunculan kembali aktivitas sang pengusaha di linimasa siber justru menyulut reaksi negatif susulan dari masyarakat yang memandang dirinya kurang berempati pada etika program negara.

"Gara² kondisi indonesia saat ini, di era prabowo, ternyata mendingan zaman jokowi. Udh terlalu parah ini," tulis seorang netizen di kolom komentar.

Sebagian pengguna internet lainnya juga melayangkan pertanyaan kritis mengenai keabsahan drama penutupan izin operasional yang sempat ramai diumumkan ke publik tempo hari.

"Berarti yg kmrn nangis2 karena SPPG nya tutup adalah hoax. Pembohongan publik nama nya. Btw Dalam ruangan pake kaca mata hitam esensi nya apa?" tanya netizen lainnya.

Hingga detik ini, jajaran pimpinan tertinggi Badan Gizi Nasional terpantau belum merilis pernyataan ataupun klarifikasi mutakhir seputar hasil evaluasi berkala terhadap unit usaha milik Hendrik Irawan. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok





TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung