Repelita Jakarta - Isu dugaan pelanggaran lingkungan hidup yang menyeret nama korporasi besar milik taipan tanah air kembali menjadi sorotan tajam di ruang publik maya.
Pemberitaan investigatif mengenai praktik bisnis korporasi tersebut dibagikan melalui akun media sosial @ekowboy2 pada tanggal 1 September 2026.
ADVERTISEMENT
Greenpeace bongkar habis-habisan dugaan kejahatan lingkungan bisnis keluarga Sukanto Tanoto!!
Lebih dari US$5 miliar pinjaman “hijau” masuk ke RGE, grup bisnis milik keluarga Sukanto Tanoto. Bank global seperti MUFG yang kucurkan. Syaratnya sederhana citra ramah lingkungan
RGE sering tampil di Davos, G20, dan Glasgow. Pesannya: kami ramah lingkungan, kami sudah berhenti merusak hutan. Tapi itu di depan muka!!
Muka belakangnya dibongkar Greenpeace. Laporan Under the Eagle’s Shadow menelusuri 194 perusahaan di Indonesia. Kesimpulannya banyak yang diduga perusahaan bayangan meski laporan ini ditepis RGE
Di Kalimantan ada BHL. Ini bukan nama yang RGE akui sebagai anak usaha tapi mantan karyawannya bilang sistem kerjanya sama, logo mirip & pewaris RGE pernah datang ke lahan yang baru dibuka dari hutan
Di Sumatera ada TPL (Toba Pulp Lestari). Perusahaan lama Tanoto di sekitar Danau Toba. Rainforest Action Network menjulukinya pelanggar berulang: hutan di konsesinya tetap terbuka setelah janji 2015. Nama TPL juga ramai saat banjir Sumatera.
Kampanye hijau yang gemerlap, pada akhirnya, jadi selubung. Memuluskan pinjaman dan kepercayaan pasar. Di hutan yang diduga digunduli, ceritanya jauh dari kata lestari!!
Temuan mengejutkan mengenai praktik terselubung di balik klaim ramah lingkungan tersebut langsung memancing gelombang kemarahan dari para pengguna linimasa.
Desakan agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas dengan menjebloskan pihak yang terlibat ke penjara disuarakan oleh akun @tijabar.
Kalau udah ketahuan mereka dalangnya ya seret aja ke penjara sita aset2nya jangan dibiarin nanti lolos. Maklum copet akalnya banyak
Kecaman keras terhadap rekam jejak buruk korporasi tersebut turut diungkapkan secara singkat oleh akun @ch_chotimah2.
Parah ya perusahaan nya.
Heran atas lamanya waktu yang dibutuhkan hingga praktik perusakan lingkungan itu terungkap disampaikan oleh akun @Netizen_bawel.
Kebal banget nih perusahaan sampai 17 tahun baru ketahuan
Berbagai respons kritis dari warganet ini memperlihatkan kuatnya desakan publik agar investigasi mendalam segera dilakukan terhadap korporasi perusak ekosistem.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Greenpeace bongkar habis-habisan dugaan kejahatan lingkungan bisnis keluarga Sukanto Tanoto!!
— 𝓔𝓴𝓸 𝓦𝓲𝓭𝓸𝓭𝓸 (@ekowboy2) September 1, 2026
Lebih dari US$5 miliar pinjaman “hijau” masuk ke RGE, grup bisnis milik keluarga Sukanto Tanoto. Bank global seperti MUFG yang kucurkan. Syaratnya sederhana citra ramah lingkungan
RGE… pic.twitter.com/f8YEZvNCbg