Berita, Nasional

[HEBOH] Anies Baswedan Sanjung Rekam Jejak Dino Patti Djalal yang Dibangun Tanpa Proses Instan, Sindir Siapa?

Repelita.net

02 June 2026 14:09 WIB • 786 view

[HEBOH] Anies Baswedan Sanjung Rekam Jejak Dino Patti Djalal yang Dibangun Tanpa Proses Instan, Sindir Siapa?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Untaian sanjungan setinggi langit dialamatkan kepada salah satu negosiator ulung dalam kancah politik luar negeri tanah air.

Mantan pucuk pimpinan pemerintahan ibu kota negara menyatakan kekagumannya terhadap kiprah luas tokoh tersebut di ranah global.

ADVERTISEMENT

Sosok yang dimaksud dinilai memiliki sumbangsih serta dedikasi nyata yang kokoh bagi marwah diplomasi Indonesia di dunia internasional.

Melalui untaian kalimat yang dibagikan ke ruang siber, memori masa lalu ketika menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta kembali diungkit.

Saat itu, beredar kabar mengenai kepiawaian seorang utusan muda yang beradu argumen sengit dalam program debat stasiun televisi global.

Lawan bicaranya kala itu bukan orang sembarangan, melainkan perwakilan andalan dari wilayah bekas bagian negara Indonesia, José Ramos-Horta.

Kendati posisi tanah air sedang berada di bawah tekanan hebat opini publik dunia, utusan muda tersebut dinilai sanggup membalikkan keadaan.

"Di situlah pertama kali saya mendengar namanya, Dino Patti Djalal," tulis Anies dikutip dari keterangannya di X, Selasa (2/6/2026).

Beberapa warsa berselang, rajutan silaturahmi keduanya baru terwujud secara fisik saat sang tokoh menempuh studi pascasarjana di Amerika Serikat.

Pertemuan perdana itu berlangsung di Chicago guna membahas dinamika geopolitik global pasca-runtuhnya menara kembar pada awal milenium baru.

Kesan mendalam didapatkan mengenai pembawaan sang negosiator yang cerdas serta tenang dalam mengurai benang kusut urusan kenegaraan.

Komunikasi dua arah kembali terjalin erat pada dekade berikutnya ketika sang diplomat dipercaya memimpin kedutaan besar di Washington.

Sebuah terobosan besar diinisiasi lewat perhelatan akbar kaum perantau asal Indonesia lintas benua yang berpusat di Los Angeles.

Undangan resmi pun dilayangkan kepada sang tokoh untuk ikut serta menyukseskan agenda konsolidasi kaum diaspora tersebut.

Langkah revolusioner sang utusan juga terlihat jelas dari pembentukan komunitas Foreign Policy Community of Indonesia atau FPCI.

Wadah tersebut dinilai sukses melahirkan kader-kader baru yang tangguh untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan luar negeri.

Kombinasi kematangan taktis dan pemahaman materi yang mendalam menempatkan sang tokoh sebagai pilar penting pertahanan negara di meja perundingan.

"Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino," ujar Anies.

Ketangguhan mental dalam berkarier ditegaskan lahir dari proses seleksi alam yang panjang, bukan hasil dari keistimewaan instan.

"Dino Patti Djalal bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat," pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung