Berita, Nasional

Habib Rizieq Shihab Peringatkan Mahasiswa: Jangan Gegabah, Ada Ajakan Kudeta dari Tukang Survei Bayaran hingga Mantan Napi Penipuan

Repelita.net

17 April 2026 22:20 WIB • 918 view

Habib Rizieq Shihab Peringatkan Mahasiswa: Jangan Gegabah, Ada Ajakan Kudeta dari Tukang Survei Bayaran hingga Mantan Napi Penipuan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seruan gerakan mahasiswa kembali menguat di tengah dinamika politik nasional, namun peringatan keras datang dari Rizieq Shihab yang meminta para mahasiswa agar tidak gegabah terhadap ajakan-ajakan ekstrem yang dinilainya sarat dengan kepentingan terselubung.

Dalam sebuah forum yang disiarkan kanal YouTube Islamic Brotherhood Television pada Kamis (16/4/2026), Rizieq menyampaikan pesan lugas agar gerakan murni mahasiswa tidak ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

Rizieq menyatakan dukungannya terhadap aksi mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat selama perjuangan tersebut berada di koridor yang jelas yakni membela agama, bangsa, dan negara.

Namun ia mengingatkan bahwa arah gerakan bisa dengan mudah melenceng jika para aktivis kehilangan fokus dan mudah dipengaruhi oleh pihak luar yang memiliki agenda sendiri.

Ia secara khusus menyoroti fenomena ajakan kudeta yang belakangan mencuat di ruang publik dan media sosial.

Menurut Rizieq, ada pihak-pihak dengan rekam jejak yang sangat bermasalah, mulai dari tukang survei bayaran hingga mantan narapidana kasus penipuan, yang kini tampil sebagai penggerak opini.

Mereka bahkan dengan terang-terangan menyerukan perubahan kekuasaan secara ekstrem yang dinilai tidak sesuai dengan konstitusi.

“Jangan dijadikan orator. Itu provokator,” tegas Rizieq dalam forum tersebut.

Rizieq menilai bahwa kelompok seperti ini berpotensi besar merusak legitimasi gerakan mahasiswa di mata publik.

Alih-alih memperjuangkan aspirasi rakyat, mereka justru dinilai membawa agenda terselubung yang bisa berujung pada konflik yang lebih luas dan berkepanjangan.

Dalam forum tersebut, ia juga menyinggung pentingnya melihat rekam jejak tokoh sebelum diikuti oleh massa.

Bagi Rizieq, kredibilitas seseorang menjadi kunci utama, bukan sekadar retorika manis atau janji-janji kosong di atas panggung.

Di sisi lain, ia menepis anggapan yang menyebut bahwa Front Pembela Islam (FPI) saat ini sedang melemah secara organisasi.

Menurutnya, FPI hanya mengubah ritme strategi perjuangan, bukan mengurangi komitmen terhadap perjuangan Islam dan bangsa.

“Ritmenya yang berubah, bukan perjuangannya,” ujar Rizieq.

Pengalaman panjang, termasuk peristiwa pembubaran organisasi pada tahun 2020, disebutnya menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati agar tidak kembali ditunggangi dalam dinamika politik nasional.

Ia juga menyinggung kasus kekerasan terhadap aktivis, termasuk insiden penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus dari Kontras.

Rizieq menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intimidasi terhadap mahasiswa dan aktivis yang menyuarakan aspirasinya.

Di akhir pernyataannya, Rizieq membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya dengan mahasiswa.

Ia bahkan mendorong agar dialog langsung antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan pengurus FPI segera terjalin.

Namun satu garis tegas tetap ia tekankan: gerakan mahasiswa harus bersih dari kepentingan pihak luar yang merusak.

Bagi Rizieq, perjuangan tanpa arah yang jelas hanya akan menjadi alat bagi kepentingan lain yang tidak bertanggung jawab.

Dalam situasi seperti sekarang, kata dia, kewaspadaan bukanlah sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung