Berita, Nasional

Habib Rizieq Kritik Keras Kepemimpinan Prabowo, Soroti Gibran, BUMN, Rangkap Jabatan, dan Pajak

Repelita.net

12 October 2026 23:44 WIB • 96 view

Habib Rizieq Kritik Keras Kepemimpinan Prabowo, Soroti Gibran, BUMN, Rangkap Jabatan, dan Pajak
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Habib Rizieq Shihab menyampaikan pandangan keras terkait kondisi kepemimpinan nasional dalam ceramah yang diunggah akun YouTube Cinta_Habaib pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Ia menegaskan ijazah Gibran Rakabuming Raka tidak ditemukan meski telah diperiksa Mahkamah Konstitusi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta pihak pendidikan di Australia dan Singapura.

ADVERTISEMENT

Habib Rizieq menyatakan Mahkamah Konstitusi mengakui tidak ada bukti Gibran lulus sekolah menengah atas. Ia menilai pembelaan yang dilakukan justru bertentangan dengan putusan tersebut.

Menurutnya, di Indonesia banyak orang cerdas, baik, dan mampu bekerja dengan benar. Ia mempertanyakan mengapa justru yang dipilih adalah yang dianggap tidak kompeten untuk memimpin.

Habib Rizieq menyinggung isu Puan Maharani akan menggantikan posisi wakil presiden. Ia meminta agar Presiden Prabowo Subianto segera memanggil habib, kiai, dan ormas Islam yang konsisten untuk berdialog.

Ia menekankan Presiden mengelola negara dengan 275 juta penduduk, bukan pabrik atau travel. Fokus harus pada kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan rakyat.

Habib Rizieq mengkritik pembagian jabatan di BUMN yang dinilai merugikan. Ia meminta seluruh komisaris BUMN yang bermasalah dihentikan karena BUMN milik rakyat, bukan untuk pengkhianat atau koruptor.

Ia juga menyoroti 30 wakil menteri yang rangkap jabatan. Menurutnya, banyak lulusan menganggur sementara pejabat sudah bergaji ratusan juta masih mendapat jabatan tambahan.

Habib Rizieq mengingatkan nasihat setahun sebelum pelantikan agar Prabowo tidak menggunakan Jokowi dan kroninya dalam pemerintahan. Ia mengutip Ibn Khaldun bahwa negara yang bergantung pada pajak menandakan kebangkrutan.

Ia menolak menyamakan pajak dengan zakat. Zakat hanya dikenakan pada orang kaya, sedangkan pajak membebani rakyat kecil termasuk pengemudi ojek online.

Habib Rizieq mengajak ulama sejati yang mengajak ke surga, bukan yang sebaliknya. Ia menegaskan komitmen amar makruf nahi munkar tetap dijalankan meski berisiko.

Ia meminta Presiden segera menghentikan penggunaan pejabat lama dan membuka ruang dialog dengan ulama yang teguh agar pemerintahan bersih dan diberkahi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung