Berita, Nasional

Habib Rizieq Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo Dan Ingatkan Tokoh Agama Agar Tidak Menjilat Penguasa

Repelita.net

10 September 2026 15:43 WIB • 467 view

Habib Rizieq Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo Dan Ingatkan Tokoh Agama Agar Tidak Menjilat Penguasa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perilisan karya literatur bertajuk khusus mengenai pola keberagamaan kepala negara menuai gelombang kecaman keras dari kalangan pemuka agama terkemuka tanah air.

Tokoh sentral umat Islam, Habib Rizieq Shihab, memberikan tanggapan menohok terkait narasi yang disematkan dalam publikasi buku kontroversial tersebut.

ADVERTISEMENT

Pimpinan ormas keagamaan itu mengingatkan khalayak agar senantiasa meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW secara mutlak tanpa mencampuradukkan dengan figur politisi mana pun.

Peringatan tegas tersebut disampaikannya dalam agenda ceramah keagamaan yang berlangsung pada hari Rabu tanggal 9 bulan September tahun 2026.

“Kita amalkan ber-Islam ala Nabi, jangan ber-Islam ala si fulan atau si anu. Bisa bener, bisa salah, jangan-jangan banyak salah, banyak dosa. Makanya ber-Islam ala Rasulullah,” tegas Habib Rizieq.

Lebih jauh, ia melayangkan teguran keras kepada para tokoh agama agar tidak bersikap berlebihan dalam menyanjung penguasa demi keuntungan duniawi.

Penyamaan kedudukan pemimpin politik masa kini dengan para sahabat utama Nabi dinilai sebagai tindakan yang melampaui batas kewajaran.

“Saya minta para tokoh agama jangan terlalu menjilat-jilat penguasa. Pujilah sekadarnya, jangan terlalu selangit. Penguasa jangan disamain sama Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Ali, Usman. Itu ngaco, nggak ada setitik penguasa sekarang kayak mereka. Pemimpin kita kaya Nabi Muhammad? Kepala lu bau menyan!” kritik HRS dengan nada tinggi.

Buku setebal ratusan halaman yang menghimpun berbagai catatan mengenai kedekatan presiden dengan kalangan religius tersebut memang tengah menjadi sorotan luas.

Alih-alih mendatangkan simpati positif, pemilihan frasa judul karya tersebut justru memicu perdebatan sengit ihwal potensi pergeseran akidah beragama.

Keterlibatan sejumlah figur publik yang turut menyumbangkan pemikiran dalam buku itu ikut terseret dalam arus polemik yang berkembang di tengah masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung