Repelita Jakarta - Tokoh agama terkemuka, Habib Rizieq Shihab, secara mengejutkan mengaku telah menerima hubungan komunikasi telepon langsung dari pihak Istana Negara.
Langkah komunikasi khusus tersebut sengaja terjalin guna membahas perihal situasi keamanan nasional dan kondisi keselamatan dari kepala negara Indonesia saat ini.
ADVERTISEMENT
Pemberitahuan mengejutkan mengenai adanya ancaman terhadap pemimpin tertinggi itu mengemuka pada pelaksanaan agenda hari Rabu, 30 September 2026.
Habib Rizieq menjabarkan adanya indikasi gerakan rahasia dari pihak luar yang mencoba mengganggu kestabilan sistem politik nasional secara inkonstitusional.
Informasi mengenai kondisi darurat keamanan yang sedang menimpa kepala negara ini diperoleh berdasarkan bukti rekaman visual gambar pada Rabu, 30 September 2026.
"Para habaib para ulama para tokoh para aktivis para pimpinan ormas-ormas Islam siap berada di garis paling depan untuk melawan para mafia para koruptor dan melawan para oligarki betul tapi kita minta presiden harus serius presiden tidak boleh omon-omon saja bahkan kalau Presiden tidak serius pun kita tetap serius kita akan perang lawan mafia kita akan perang lawan koruptor kita akan perang lawan oligarki kalau memang mereka terus mau melawan kita kita siap turun lebih besar lagi dari 212 betul tidak," tegas Habib Rizieq dalam pernyataannya.
Dirinya mengendus adanya kelompok mafia ekonomi tertentu yang mencoba memaksakan skenario percepatan pergantian kekuasaan melalui pelaksanaan pemilihan presiden yang dipercepat.
Oleh karena itu, seluruh jaringan pejuang keadilan dihimbau untuk segera merapatkan barisan dalam menghadapi gempuran gerakan perusak demokrasi.
Lebih lanjut, ia meminta agar presiden bersikap tegas dan tidak kompromi terhadap segala bentuk intimidasi yang dilancarkan oleh para oligarki.
Habib Rizieq mengingatkan bahwa keselamatan presiden merupakan cerminan marwah kedaulatan hukum tertinggi yang wajib dibela bersama oleh seluruh rakyat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok