Repelita Jakarta - Mohamad Guntur Romli menyoroti rencana pembukaan rekening secara massal bagi sekitar 200 juta masyarakat dengan anggaran yang disebut mencapai Rp11 triliun.
Sorotan tersebut disampaikan Guntur Romli melalui akun X @GunRomli pada 12 September 2026 pukul 18.24 WIB, dengan mengutip pernyataan serta mempertanyakan sejumlah aspek dalam program tersebut.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, Guntur Romli menuliskan secara lengkap, “Pembukaan Rekening Massal 200 Juta Warga, Rp11 Triliun untuk Recehan: Ketika Rakyat "Dibayar" Rp50 Ribu untuk Diam Anggaran 11 Trilun ke mana selisih Rp1 triliun? Kalikan sendiri: 200 juta rekening dikali Rp50 ribu, hasilnya Rp10 triliun. Lalu kemana Rp1 triliun sisanya? Biaya admin bank? Proyek siluman? Kebetulan atau tidak, proyek jumbo ini digelar tiga tahun jelang 2029 — pas untuk membangun infrastruktur data pemilih yg bisa "diisi ulang" kapan saja menjelang pemilu.”
Guntur Romli juga mengaitkan perhitungan anggaran tersebut dengan besaran dana yang disebut akan ditempatkan pada setiap rekening, sehingga menurutnya terdapat selisih yang perlu mendapat penjelasan.
Dalam percakapan yang dikutip pada unggahan tersebut, ekonom Berly Martawardaya sebelumnya menyampaikan informasi mengenai keterangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait program pembukaan rekening tersebut.
Berly Martawardaya menuliskan, “Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program pembukaan rekening berbiaya 11 triliun yg ditujukan pada 200an juta masyarakat akan berisi Rp 50 ribu di tiap rekening. Beberapa pertanyaan: 1. Kenapa lebih mudah alokasikan 11 T untuk program ini dibanding penanganan x.com/kompascom/stat…”
Keterangan Berly tersebut kemudian menjadi bagian dari percakapan yang diangkat kembali oleh Guntur Romli melalui unggahan X pada 12 September 2026.
Perhitungan yang disampaikan Guntur Romli didasarkan pada asumsi 200 juta rekening masing-masing memperoleh Rp50 ribu, yang menurut hitungannya menghasilkan total Rp10 triliun.
Dari angka tersebut, ia mempertanyakan penggunaan sisa anggaran sekitar Rp1 triliun dan menyebut sejumlah kemungkinan secara retoris, termasuk biaya administrasi perbankan maupun hal lain yang menurutnya perlu dijelaskan.
Selain persoalan anggaran, Guntur Romli juga memberikan perhatian pada waktu pelaksanaan program yang menurutnya berdekatan dengan tahapan menuju Pemilu 2029.
Namun, dugaan mengenai penggunaan program tersebut untuk membangun infrastruktur data pemilih merupakan pandangan dan kekhawatiran yang disampaikan Guntur Romli dalam unggahannya, bukan fakta yang dibuktikan dalam materi percakapan tersebut.
Pembukaan rekening secara massal dan besaran anggaran menjadi pokok perhatian dalam unggahan tersebut, sementara pertanyaan mengenai rincian penggunaan dana masih menjadi bagian dari perdebatan yang disampaikan melalui media sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Pembukaan Rekening Massal 200 Juta Warga, Rp11 Triliun untuk Recehan: Ketika Rakyat "Dibayar" Rp50 Ribu untuk Diam
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) September 12, 2026
Anggaran 11 Trilun ke mana selisih Rp1 triliun?
Kalikan sendiri: 200 juta rekening dikali Rp50 ribu, hasilnya Rp10 triliun.
Lalu kemana Rp1 triliun sisanya?… https://t.co/nOkALCt5SC pic.twitter.com/MhNsm35Wnk