Berita, Nasional

Guntur Romli Sebut Operasi Politik Ijazah Gibran Berasal dari Lingkaran Internal Kekuasaan Sendiri

Repelita.net

17 October 2026 14:40 WIB • 49 view

Guntur Romli Sebut Operasi Politik Ijazah Gibran Berasal dari Lingkaran Internal Kekuasaan Sendiri
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Politikus Mohamad Guntur Romli secara terbuka melayangkan pandangan kritis terkait silang pendapat mengenai keabsahan berkas syarat pencalonan Gibran Rakabuming Raka.

Melalui pernyataan terbarunya, ia menyatakan persetujuan atas kebenaran adanya operasi terselubung di balik polemik kelulusan pendidikan sang wakil presiden.

ADVERTISEMENT

Namun, ia memberikan penegasan bahwa skenario politik tersebut sebenarnya bergerak dari dalam lingkaran otoritas kekuasaan terdahulu itu sendiri.

Pernyataan yang menyoroti kejanggalan proses administrasi pemilu tersebut disebarluaskan secara digital melalui akun @gunromli pada tanggal 16 Oktober 2026.

"Pak Jokowi Benar. Memang Ada Operasi Politik Soal Ijazah Gibran" tulis akun @gunromli mengawali pandangan politiknya.

Ia menilai bahwa arah tuduhan mengenai adanya intervensi dari luar merupakan bentuk kekeliruan yang menutupi kenyataan di dalam internal dinasti.

"Kali ini saya sepakat dengan Pak Jokowi: memang ada operasi politik soal ijazah Gibran. Bedanya, Pak Jokowi menunjuk ke luar, padahal operasinya ada di rumah sendiri." sindir akun @gunromli.

Secara lugas, dirinya mengungkit serangkaian ketetapan hukum serta kemudahan kilat penerbitan surat pengganti yang meloloskan sang putra sulung.

"Pak Jokowi saat jadi presiden yg melakukan operasi politik. Lolosnya Gibran. Putusan MK No 90/2023. Suket Penyerahan Tanpa Ijazah terbit sehari. PKPU No 19 Pasal 18 Ayat (3)" rinci akun @gunromli.

Unggahan tajam tersebut seketika memicu perdebatan panas serta respons emosional yang saling bertolak belakang dari warganet di kolom komentar.

Seorang pengguna internet dengan nama akun @micky_demsy melayangkan ejekan mengenai motif kekecewaan politik yang mendasari kritik tersebut.

"Sakit hati terlalu lama nanti jadi penyakit LIVER loh....🤣🤣🤣" cibir akun @micky_demsy di kolom komentar.

Pembelaan terhadap pilihan sikap politik untuk menjauh dari barisan partai pengkritik dilontarkan oleh salah satu netizen.

"Dengan tdak memilih PDI adalah keputusan yg benar ," tulis akun @muslihtulangan.

Cercaan verbal yang menolak mentah-mentah pandangan sang politikus sebagai sebuah kebohongan juga muncul dari warganet lainnya.

"Dasar Bedebah manusia satu ini, Bedebahvtukang fitnah, syukur yang percaya kaum Rt. 16 %." serang akun @marisigabe17 sengit.

Sebaliknya, komentar yang menyayangkan dampak jangka panjang dari pemaksaan legitimasi jabatan tersebut disampaikan oleh pengguna internet lain.

"Akhirnya sang putra mahkota jd bahan bulian sepanjang masa" tulis akun @onlyzha_ mengasihani situasi.

Kritik tajam mengenai penyalahgunaan wewenang negara demi mempermudah jalan bagi kandidat yang dinilai tidak kompeten turut ditambahkan warganet.

"Jokowi menasehti dirinya sekarang,pdhl semua itu krn mulyono berkuasa,semua cara dulkukn demi anak kurang gizi bs lolos cawapres" tulis akun @frhynha.

Kemarahan dari pendukung fanatik yang menggunakan kata-kata makian kasar terhadap kubu oposisi muncul sebagai bentuk luapan emosi.

"CONGOR CELENG PDIP.....!!! 🐷🐷🐷" tulis akun @butje_alam0 dengan penuh amarah.

Komentar penutup dari netizen lainnya kembali memberikan sindiran singkat mengenai kedalaman kekecewaan yang dirasakan pasca-kontestasi politik.

"Sakit bener ya????🤣🤣🤣🤣" tulis akun @memods_.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung