Berita, Nasional

GRIB Jaya Geruduk ATR BPN Tagih Sengketa Lahan Arjuna Bowling dan Summarecon

Repelita.net

20 October 2026 21:31 WIB • 81 view

GRIB Jaya Geruduk ATR BPN Tagih Sengketa Lahan Arjuna Bowling dan Summarecon
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang dipimpin oleh Ketua Umum Hercules Rosario de Marshal menyambangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin, 19 Oktober 2026.

Kedatangan rombongan tersebut bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait dua sengketa pertanahan yang sedang bergejolak. Perwakilan kementerian yang dipimpin oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid telah menerima kedatangan mereka secara langsung untuk melakukan pembahasan.

ADVERTISEMENT

Pernyataan mengenai maksud kedatangan itu diungkapkan oleh Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal, dalam sebuah cuplikan video yang dipublikasikan oleh kanal YouTube resmi GRIB JAYA OFFICIAL pada Selasa, 20 Oktober 2026.

"Sehingga hari ini kehadiran kami di sini untuk menagih Menteri ATR, saudara Nusron Wahid, yang sekarang ini sedang dipanggil-panggil KPK, lari ke mana, tidak tahu," kata Hercules Rosario de Marshal dalam unggahan video tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Hercules Rosario de Marshal membeberkan dua tuntutan utama yang diusung oleh pihaknya. Permasalahan pertama mencakup sengketa lahan Arjuna Bowling yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat.

Tuntutan kedua berkaitan dengan persoalan sengketa lahan seluas 65 hektare yang memiliki keterkaitan dengan PT Summarecon. Pihak GRIB Jaya mendesak agar proses perubahan status kepemilikan tanah tersebut dievaluasi kembali secara menyeluruh.

"Minta untuk ada HD Arjuna Bowling Jakarta Barat minta dibatalkan, terus yang kedua minta juga Summarecon yang HGB 12 HGB dari hak milik dari hak milik dirubah menjadi HGB, minta untuk dikembalikan ke haknya sebagai sertifikat hak milik seluas 65 hektar milik ahli waris PT Summarecon," ujar Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal.

Hercules Rosario de Marshal menegaskan bahwa jajarannya bergerak berdasarkan landasan legalitas hukum yang kuat serta dokumen bukti kepemilikan yang sah. Ia menilai bahwa jajaran pejabat di lingkungan kementerian kerap mengabaikan berkas resmi milik warga.

"Hari ini kami datang Kementerian ATR karena kami punya legalitas dan bukti yang benar, tapi selama ini para petinggi di Kementerian ATR maupun petinggi-petinggi di sini semua diabaikan," kata Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal.

Ia turut melayangkan kritik keras terhadap standar pelayanan publik di lingkungan ATR/BPN. Menurut penjelasannya, warga masyarakat yang datang membawa bukti kepemilikan sah justru sering kali mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya.

"Tapi kalau datang membawa uang haram, pakai tas-tas, di sini kasih karpet merah. Kalau masyarakat datang dengan membawa legalitas yang sebenarnya dia punya, tidak pernah dilayani dengan baik," ujar Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal.

Hercules Rosario de Marshal menegaskan alasan mendasar mengapa dirinya memilih untuk turun langsung mengawal penanganan persoalan ini. Langkah tegas tersebut diambil karena keresahan masyarakat terhadap pelayanan sengketa tanah sudah mencapai puncaknya.

"Kenapa hari ini aku yang datang langsung di sini, ya? Karena masyarakat Indonesia sudah bosan, tidak asing lagi lihat muka saya, Hercules. Karena saya datang ini karena ini sudah benar-benar terang, benar-benar terang, makanya kami datang," lanjut Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung