Repelita [Jakarta] - Rekaman video internal yang memperlihatkan pertemuan mantan Presiden Joko Widodo bersama para relawan Projo memicu kegaduhan masif karena membongkar indikasi bahwa posisi Presiden Prabowo Subianto memang disiapkan tidak sampai tahun 2029.
Tayangan yang diulas dalam BANG EDY CHANNEL tersebut mengonfirmasi dugaan publik mengenai pergerakan rahasia dari kelompok yang disebut Geng Oslo.
ADVERTISEMENT
Gerombolan politik ini disinyalir terus menggencarkan gerakan gerilya senyap demi mempercepat transisi kekuasaan di tengah jalan.
Dalam cuplikan tersebut, Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi secara transparan melontarkan wacana alternatif mengenai potensi patahan sejarah yang memicu suksesi kepemimpinan lebih cepat.
Mantan menteri tersebut mengaku telah membisikkan insting politiknya secara langsung kepada Joko Widodo yang duduk persis di sebelahnya.
Agenda nonkonvensional ini digulirkan dengan memanfaatkan momentum keresahan sosial masyarakat serta dinamika situasi kondisi ekonomi nasional saat ini.
Menanggapi video viral tersebut, pemerhati kebangsaan Rizal Fadilah menyamakan manuver Geng Oslo dengan gejolak politik berskala besar pada September 1965 silam.
Kelompok politik terselubung ini dinilai sangat percaya diri karena membaca adanya titik lemah pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Skenario pengkondisian agar kepala negara lengser sebelum masa jabatannya berakhir diduga kuat digerakkan demi memuaskan syahwat politik dinasti kekuasaan.
Kekhawatiran publik kian memuncak karena posisi-posisi strategis di lingkaran utama pemerintahan saat ini masih dicengkeram oleh pejabat-pejabat kunci warisan rezim terdahulu.
Keberadaan para tokoh tersebut di dalam kabinet dipandang sangat berbahaya lantaran mereka ditengarai memiliki loyalitas kepada majikan lain di luar presiden.
Kelompok oligarki hitam diduga ikut menyokong skenario kudeta merangkak ini karena merasa murka aset-aset tambang dan jutaan hektar kebun sawit mereka disita oleh kebijakan tegas Prabowo.
Melalui akun X King Purwa yang diunggah pada 24 Agustus 2026 pukul 21.36 WIB, tayangan video internal ini telah disaksikan oleh ratusan ribu netizen secara luas.
Sejumlah warganet meyakini rekaman sensitif tersebut sengaja disebarluaskan sebagai sinyal komando pergerakan sekaligus alibi politik untuk memicu demonstrasi besar.
Publik mendesak agar seluruh aparatur intelijen negara segera bertindak proaktif melumpuhkan gerakan gerilya politik ini demi menjaga keselamatan masa depan tatanan republik.
Akun media sosial X x.com menampilkan komentar netizen Sinta Effendi yaitu "sejak awal juga Jokowi garis keras kan lalu 2023 projo dukung Prabowo kaget datanya ada di bbc.com ya kemudian 2025 ajak relawan Projo masuk Gerindra dan tanya juga ini di Kompas TV ya ada lah".
Sementara itu, netizen Nesday turut memberikan tanggapan "bahasa normatif Om pura-pura aja itu enggak tahu" serta menambahkan "ini dan saya sepakat tapi aslinya tahu banget dan mungkin bisa jadi pai tangan lain buat supporting demo".
Seluruh elemen bangsa yang berakal sehat kini diserukan untuk merapatkan barisan guna memproteksi jalannya pemerintahan konstitusional dari ancaman makar terselubung.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok