Berita, Nasional

[GERAM] Said Didu Semprot Parpol di DPR Bungkam Soal Kasus Ijazah Gibran

Repelita.net

10 October 2026 11:41 WIB • 167 view

[GERAM] Said Didu Semprot Parpol di DPR Bungkam Soal Kasus Ijazah Gibran
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tokoh nasional Muhammad Said Didu kembali melontarkan kritik pedas terkait isu dugaan ijazah palsu milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial pada 9 Oktober 2026, ia mengibaratkan situasi politik saat ini layaknya pertandingan sepak bola yang sudah memasuki momen krusial.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @msaid_didu yang menuliskan narasi metafora mengenai kebungkan para partai politik di parlemen.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN tersebut menyatakan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah berada di titik penalti, namun para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat dinilai tidak memiliki keberanian untuk mengambil tindakan tegas.

Dalam cuitannya, ia menegaskan, "Kasus ijazah Gibran - bola sudah di titik pinalti tapi 8 pemain (parpol) yg ada di DPR tdk ada yg mau/berani menendang bola tsb."

Lebih lanjut, ia juga memberikan peringatan terbuka jika lembaga legislatif tetap memilih untuk mendiamkan polemik hukum dan konstitusi yang sedang menjadi perhatian publik saat ini.

Ia menambahkan pesan peringatan yang berbunyi, "Jangan salahkan jika penonton (rakyat) masuk lapangan untuk menendang bola tsb."

Unggahan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di ruang digital serta mendapatkan beragam respons langsung dari para pengguna platform media sosial X.

Seorang pengguna internet dengan nama akun @operatorlimbah melayangkan kritik balik atas pernyataan tokoh tersebut yang dinilai terlalu membawa-bawa nama masyarakat luas.

Netizen tersebut menuliskan komentar sanggahan di kolom balasan, "Kau siapa didu? Gam usah bawa2 nama rakyat kau, fokus akting nangia aja kau du 🤣"

Sentimen berbeda juga disampaikan oleh akun @ChandraHerman20 yang menilai gerakan protes tersebut hanya diisi oleh barisan pihak yang kecewa dengan kepemimpinan era sebelumnya.

Akun tersebut menuliskan opini pribadinya secara tertulis, "Penonton yg masuk lapangan itu kan cm kelompok yg sakit hati sm Jokowi (veteran) mantan pejabat pecatan rezim priode pertama Jokowi"

Di sisi lain, desakan untuk melakukan tindakan hukum yang lebih ekstrem dan radikal justru disuarakan oleh pengguna media sosial lainnya.

Tuntutan keras tersebut disuarakan oleh akun @Octomanalu28 yang menyampaikan, "Wakil Presiden penipu seluruh rakyat Indonesia harus Dimakzulkan secepatnya..... turunkan"

Komentar bernada sindiran personal mengenai motif di balik konsistensi kritik tersebut juga dilayangkan oleh perwakilan warganet di platform digital.

Hal itu disampaikan oleh akun @maspaw72 melalui respons singkatnya, "Dan ada monyet yang kecewa meski sudah menjilat jokowi tapi tidak diacc jadi pejabat yg diinginkannya."

Sementara itu, akun @cuyhendra92 turut mempertanyakan basis massa riil dari masyarakat yang diklaim akan turun tangan langsung ke lapangan dalam polemik ini.

Ia memberikan komentar bernada ejekan dalam kolom diskusi publik tersebut, "Rakyat yg mana tuh?? Opa oma yg sllu hadir setiap saat itu ya...😜"

Polemik seputar keabsahan dokumen pendidikan ini terus bergulir di tengah dinamika politik nasional dan memicu pembelahan opini yang tajam di kalangan masyarakat sipil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok







TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung