Repelita Islamabad - Dua syarat keras yang diajukan Iran sebelum negosiasi dimulai di Islamabad, yaitu gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset miliaran dolar, membuat Amerika Serikat harus gigit jari karena harus memenuhinya terlebih dahulu.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf meminta gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan sebelum negosiasi dengan Amerika Serikat dimulai di Hotel Serena, Islamabad, pada Sabtu (11/4/2026).
ADVERTISEMENT
"Dua tindakan yang telah disepakati bersama oleh para pihak belum dilaksanakan: gencatan senjata di Lebanon dan pelepasan aset Iran yang dibekukan sebelum dimulainya negosiasi," tulis Qalibaf di media sosial X pada Jumat (10/4/2026).
"Dua hal ini harus dipenuhi sebelum negosiasi dimulai," tegasnya.
Nilai aset beku milik Iran yang tersimpan di bank-bank Korea Selatan, Jepang, China, India, Turki, dan Uni Emirat Arab diperkirakan mencapai antara 100 hingga 120 miliar dolar AS.
Dana tersebut berasal dari penjualan minyak Iran yang ditahan akibat sanksi AS, dan pencairannya menjadi kebutuhan mendesak bagi ekonomi Iran yang tercekik sanksi.
Syarat gencatan senjata di Lebanon menjadi yang paling kontroversial karena sejak gencatan senjata dua pekan diumumkan Trump pada 8 April 2026, terjadi perbedaan interpretasi yang tajam.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang menjadi mediator utama mengumumkan bahwa gencatan senjata berlaku termasuk di Lebanon, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah dengan tegas.
Wakil Presiden AS JD Vance juga mengklarifikasi bahwa AS tidak pernah berjanji menghentikan serangan di Lebanon, yang membuat Iran merasa ditipu.
Akibatnya, delegasi Iran yang dipimpin Qalibab dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menolak sesi foto bersama Vance sebagai bentuk protes.
Tidak akan ada pembicaraan langsung karena kedua kelompok akan berada di ruangan terpisah dengan Pakistan sebagai perantara dalam format proximity talks.
Jika Amerika Serikat tidak menerima kedua syarat yang diajukan Qalibaf, maka tidak ada jaminan bahwa negosiasi akan berlangsung pada sore hari di Hotel Serena.
Vance yang telah dalam perjalanan menuju Islamabad memberikan peringatan bahwa jika Iran mencoba mempermainkan Amerika, mereka akan menemukan tim negosiasi yang tidak reseptif.
Presiden Donald Trump dalam unggahan di Truth Social pada Jumat menulis bahwa Iran sepertinya tidak menyadari tidak memiliki kartu apa pun selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia.
Namun kenyataannya, Iran masih menguasai Selat Hormuz dan telah mengancam akan membawa pengelolaannya ke fase baru jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
🚨Update: The Iranian delegation will NOT allow Vice President JD Vance and his team a photo-op with them. No direct talks, both groups will be in separate rooms, with Pakistan mediating. There is no trust left. pic.twitter.com/MQrrqxklJ0
— US Homeland Security News (@defense_civil25) April 11, 2026