Berita, Nasional

[GEGER] Sidak Komisi IX DPR Temukan Gudang Motor Listrik Rp1,2 Triliun untuk Program MBG Masih Terkunci ?

Repelita.net

25 April 2026 16:43 WIB • 1,218 view

[GEGER] Sidak Komisi IX DPR Temukan Gudang Motor Listrik Rp1,2 Triliun untuk Program MBG Masih Terkunci  ?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Tim inspeksi mendadak (sidak) dari Komisi IX DPR mendatangi dealer motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa hari yang lalu dan menemukan fakta mengejutkan.

Hasil sidak yang dilakukan pada sekitar tanggal 22 April 2026 menunjukkan bahwa gudang penyimpanan motor listrik tersebut masih dalam keadaan terkunci dan belum beroperasi sama sekali.

ADVERTISEMENT

Meskipun motor sudah dibeli dan anggaran sebesar Rp1,2 triliun sudah dikeluarkan, kenyataan di lapangan justru sebaliknya dengan gudang yang tidak bisa diakses.

Program yang katanya membutuhkan motor listrik untuk operasional Satuan Pendidikan Perguruan Gotong Royong (SPPG) ternyata tetap berjalan tanpa menggunakan kendaraan tersebut.

Pertanyaan mendasar yang langsung muncul adalah jika program bisa berjalan tanpa motor, untuk apa sebenarnya motor itu dibeli dengan menghabiskan uang rakyat triliunan rupiah.

Dalam video sidak yang beredar, terlihat papan bertuliskan merek Emo Electric Mobility sebagai pemasok motor listrik untuk kepala SPPG.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris dari PDIP mempertanyakan dua hal dengan tegas dan keras terkait temuan ini.

Pertama, ia mempertanyakan dasar pemilihan merek Emo apakah melalui proses tender terbuka dan ada perbandingan harga dengan merek lain.

Kedua, ia menyoroti relevansi penggunaan motor trail yang merupakan kendaraan off-road untuk kepala SPPG yang bertugas di perkotaan seperti Jakarta.

Motor trail dirancang untuk medan berat dan melintasi hutan atau pegunungan, bukan untuk mengelola dapur dan distribusi makanan di perkotaan yang macet.

Di Jakarta yang padat kendaraan, motor trail justru lebih tidak efisien dibandingkan motor biasa untuk mobilitas sehari-hari.

Charles Honoris menegaskan bahwa kebutuhan kendaraan listrik untuk kepala SPPG sebenarnya sangat tidak mendesak dan tidak prioritas.

Di saat yang sama, BPOM mengaku tidak memiliki anggaran Rp2,9 miliar yang seharusnya bisa digunakan untuk sampling makanan MBG.

Padahal anggaran tersebut sangat vital untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak Indonesia.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) justru memiliki anggaran Rp1,2 triliun untuk motor listrik yang gudangnya masih terkunci.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa ini bukan sekadar soal salah prioritas kecil-kecilan menurut pengamatan anggota dewan.

Ini adalah cermin dari keseluruhan tata kelola program yang sudah sangat bermasalah secara fundamental.

Charles Honoris menegaskan satu prinsip dasar bahwa program MBG bertujuan memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.

"Program MBG bertujuan memperbaiki gizi anak-anak. Program ini tidak boleh menjadi ajang pembagian proyek," tegas Charles Honoris.

Fakta yang ditemukan saat sidak mulai dari gudang terkunci, motor sudah beredar sebelum kontrak, hingga merek yang dipertanyakan menunjukkan penyimpangan.

Anggaran triliunan rupiah yang sebagian besar tidak sampai ke makanan menunjukkan program ini sudah bergerak jauh dari tujuan awalnya.

Selama tidak ada pertanggungjawaban yang konkret dan terukur, setiap rupiah yang keluar dari anggaran MBG berpotensi tidak sampai ke perut anak-anak Indonesia yang lapar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung