Berita, Nasional

[GEGER] Ray Rangkuti Beberkan Survei SMRC Terkait Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Anjlok Di Bawah 50 Persen

Repelita.net

19 October 2026 19:16 WIB • 112 view

[GEGER] Ray Rangkuti Beberkan Survei SMRC Terkait Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Anjlok Di Bawah 50 Persen
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti membeberkan hasil temuan lembaga riset nasional SMRC yang menunjukkan penurunan drastis legitimasi kekuasaan di mata publik.

ADVERTISEMENT

Ia memaparkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat umum terhadap jalannya roda pemerintahan pusat kini telah terjun bebas dalam hitungan bulan saja.

Pernyataan kritis serta ulasan mendalam mengenai rapuhnya stabilitas politik nasional tersebut disiarkan secara visual melalui tayangan video orisinal di kanal YouTube Opini Rakyat.

Dalam program evaluasi dua tahun jalannya pemerintahan nasional itu, Ray Rangkuti menguraikan data statistik yang menggambarkan anjloknya tingkat kepuasan publik.

"ya kita kan enggak perlu lagi menjelaskannya karena banyak survei yang sudah menyebutkan tingkat kepuasan yang makin merosot Ya terakhir seingat saya adalah ee SMRC yang menyebutkan tingkat kepuasan sekarang sudah di bawah 50%" papar Ray Rangkuti pada Senin (19/10/2026).

Menurut analisisnya, kecepatan penurunan angka kepuasan masyarakat yang teramat masif ini menjadi indikator kuat adanya penolakan kolektif terhadap performa pimpinan pusat.

"Padahal sebelumnya ini kan masih di angka 57 58 kan sekarang sudah di bawah ee hanya berhitung sekitar 3 bulan ya dari survei SMR yang terakhir ke sini itu Anda bisa bayangkan dalam jangka 3 bulan tuh sekitar 10% hilangnya Artinya setiap 1 bulan bisa 3% tingkat kepuasan publik terhadap Pak Prabowo itu hilang" jelas Ray Rangkuti secara gamblang.

Di sisi lain, pengamat sosiologi politik Ubedilah Badrun turut menyoroti dampak nyata dari keterpurukan ekonomi berupa lonjakan angka krisis kesehatan mental massal di tengah masyarakat.

"data yang dari Kementerian Kesehatan 80 juta penduduk ini mengalami gangguan jiwa 80 juta ya 80 juta orang Jadi ada faktor ekonomi yang paling dominan untuk mempengaruhi itu" ungkap Ubedilah Badrun.

Kondisi keprihatinan tersebut dipertegas oleh ekonom senior Prof Feri Latuhihin yang melayangkan penilaian minus satu akibat maraknya pelarian modal asing dari pasar keuangan domestik.

"2 tahun pemerintahan Prabowo ini itu kan yang dimain ya itu kalau boleh bilang gua gua mesti nilai nih bos ya dari satu dari 1 sampai 10 itu nilainya minus1 Seriuslah minus sat Ekonomi ini minus sat Ya minus satu karena mundur" tegas Prof Feri Latuhihin menutup ulasan perkara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung