Berita, Nasional

[GEGER] Kepala Badan Gizi Nasional Bentuk Dewan Pengarah, Netizen Singgung Potensi Lahan Korupsi Baru dan Beban Gaji

Repelita.net

09 June 2026 19:30 WIB • 855 view

[GEGER] Kepala Badan Gizi Nasional Bentuk Dewan Pengarah, Netizen Singgung Potensi Lahan Korupsi Baru dan Beban Gaji
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kepala Badan Gizi Nasional yang baru dilantik, Nanik S. Deyang, mulai menyusun langkah strategis untuk membenahi instansi yang dipimpinnya.

Salah satu prioritas utama Nanik adalah merealisasikan pembentukan Dewan Pengarah yang selama ini belum terisi, padahal struktur tersebut sudah ada dalam ketentuan sejak awal badan ini berdiri.

ADVERTISEMENT

Dewan ini nantinya akan diisi oleh para ahli, terutama dokter anak dan profesor yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

Di SOTK sebetulnya, sejak Badan Gizi Nasional berdiri, ada Dewan Pengarah, kata Nanik.

Dan di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para profesor ahli gizi dan dokter anak, ungkapnya.

Menurut rencana, jabatan dalam Dewan Pengarah tersebut akan diisi oleh tujuh orang pakar.

Jadi nanti yang akan membimbing kami adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang, ujarnya.

Mungkin dari tujuh orang itu, lima di antaranya berasal dari pakar-pakar gizi, tuturnya.

Namun, rencana pembentukan struktur baru ini menuai reaksi beragam dari masyarakat.

Banyak warganet yang masih merasa waswas mengingat pengalaman pahit kasus korupsi yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional sebelumnya.

Kebijakan penambahan personel ini juga memicu kritik karena dianggap bertolak belakang dengan semangat pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran.

Berbagai komentar pedas pun membanjiri ruang digital menanggapi wacana tersebut.

Lahan korupsi dibuka kembali, tulis seorang netizen.

Ku bagi-bagi layaknya roti, sahut netizen lainnya.

Tambah orang terus, beban gaji terus, ungkap yang lainnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung