Berita, Nasional

[GEGER] Eks Ketua DPRD Morowali Ungkap Dugaan Ketertutupan Kawasan Industri Nikel, Aktivitas Penerbangan Asing hingga Persoalan Kedaulatan Daerah Jadi Sorotan

Repelita.net

23 May 2026 13:37 WIB • 798 view

[GEGER] Eks Ketua DPRD Morowali Ungkap Dugaan Ketertutupan Kawasan Industri Nikel, Aktivitas Penerbangan Asing hingga Persoalan Kedaulatan Daerah Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Morowali - Krisis kedaulatan wilayah serta ketertutupan akses pengawasan oleh pihak berwenang di pusat industri pengolahan nikel Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah kian memicu polemik serius di tengah masyarakat.

Mantan pimpinan lembaga legislatif daerah setempat membeberkan fakta mengenai adanya penolakan izin masuk bagi jajaran pejabat resmi yang ingin melakukan pemantauan berkala di dalam kompleks pabrik strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

Kondisi tersebut diperparah oleh laporan mengenai tingginya intensitas penerbangan pesawat asing komersial dari luar negeri yang mendarat secara langsung pada landasan udara internal kawasan tanpa adanya pengawasan ketat dari instansi kepabeanan negara.

Selain masalah operasional bandara khusus, marak pula temuan berupa surat dinas operasional korporasi yang kedapatan dibubuhi simbol ideologi terlarang berupa cap berlogo komunis atau palu arit pada administrasi internal mereka.

Dominasi asing juga dinilai semakin mencolok lantaran mayoritas penamaan akses jalan di area industri kini telah digantikan dengan aksara luar serta maraknya tindakan hukum sepihak terhadap penduduk asli yang berjuang mempertahankan tanah leluhur mereka.

"kapasitas Bang Irwan siap sebagai ketua DPRD Morowali apakah benar DPRD Morowali tidak bisa masuk ke kawasan industri ini itu gak diperbolehkan kami sangat curiga di situ kok pesawat airbus Boeing dari Cina langsung turun ke Morwali tiga kali flight per hari yang kami temukan di satu kawasan industri PT Wangsiang itu ada mengeluarkan ee surat administrasi mereka itu menggunakan stempel palu arit ini fakta loh di kawasan industri IMIP bendera merah putih berkibar dengan tegak itu sangat berat kami mau ungkapkan karena apa di kawasan industri PTMIP itu sudah kebanyakan nama-nama jalan itu nama-namanya sudah tulisan Cina saya sedih banget hari ini banyak saudara-saudara saya yang dipenjara yang yang mempertahankan hak-hak mereka sampai dikriminalisasi oleh para aparat dan hari ini detik ini masih banyak yang berteriak tentang hak-hak mereka tanah mereka kebun mereka yang dirampas oleh oligarki hari ini rezim Pak Joko Widodo memang sangat kejam bagi kami bahkan dia yang meresmikan kawasan industri tersebut dan bandara kami dibungkam jangan bersuara keras adik saya saja sampai dia berdarah-darah kedaulatan wilayah kami Bang sudah hampir dari ujung Morowali sampai ujung Morawali dikuasai oleh orang-orang Cina"(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung