Repelita Jakarta - Gelombang sindiran dan kritik dari warga digital ramai membanjiri ruang publik menyusul penjelasan mengenai penyebab padamnya aliran listrik secara total di wilayah Batam.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai keluhan tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @nana_nug pada hari Rabu tanggal empat belas Oktober dua ribu dua puluh enam.
Dalam pernyataan tertulisnya, pengguna akun tersebut menyayangkan alasan pemadaman dengan mencuit, "Petir sih masih masuk akal ya, tapi pas disebut kelelawar yang bikin mati lampu se-Batam... saya langsung mikir, ini PLN lagi berantem sama Batman atau gimana? 🦇😭 Kelelawar di Batam sekarang naik pangkat. Dari sekadar hewan nokturnal, sekarang resmi jadi tersangka utama sabotase objek vital nasional. Keren banget, bat!🦇🤦🏻♀️"
Penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai faktor cuaca buruk dan keterlibatan hewan nokturnal tersebut dinilai janggal oleh sebagian besar masyarakat setempat.
Akun netizen @dwikartikasari_2 mempertanyakan keabsahan laporan cuaca darurat tersebut dengan menulis tanggapan langsung kepada menteri terkait.
"Pak bahlil siapakah yang menyampaikan ke bapak kalau ada petir dihari terjadinya black out? Karna batam sudah lama tidak hujan dan petir juga ngga ada pak😭😭😭 Dan kelelawar jumbo kah sampe ngerusak listriknya separah itu pak?" tanya @dwikartikasari_2 penuh heran.
Menanggapi ketidaksesuaian kondisi lapangan tersebut, akun @nana_nug membalasnya dengan komentar jenaka yang bernada satire.
"Mungkin petirnya pakai sistem cloud, Kak, makanya di Batam ga hujan tapi petirnya fiktif di laporan PLN. Terus kelelawarnya pasti seukuran Batman makanya gardu induk langsung KO. 😭🦇" tulis @nana_nug.
Masalah gangguan distribusi energi ini juga mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di wilayah lain sebelumnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh akun @noviyentiafif yang memberikan komentar, "Jangan lupa, sebelumnya terjadi pemadaman listrik serentak di Sumbar dan sekitarnya, alasannya kurang lebih sama (klo gak salah seh)."
Keluhan itu dibenarkan kembali oleh sang pembuat postingan utama yang mengkritik variasi alasan teknis dari penyedia layanan listrik negara.
"Iya bener banget, Kak! Waktu Sumatra blackout kemarin kan alasannya karena cuaca ekstrem sama gesekan kabel. Sekarang di Batam divariasiin dikit biar estetik, ditambahin petir gaib sama kelelawar. Besok2 naga kayaknya yang bakal jadi tersangka." timpal @nana_nug.
Kekesalan warga digital pun memuncak dengan munculnya umpatan kasar yang dialamatkan kepada jajaran menteri kabinet kepresidenan.
"Mentri otak kelelawar ya begini. Njingg.....indonesia di punya mentri kutukan" ketik akun @divana102024.
Rangkaian polemik ini mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap transparansi serta akuntabilitas pengelolaan sistem kelistrikan nasional di daerah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads