Repelita [Jakarta] - Gelombang protes kembali memadati area gerbang Pancasila di depan kompleks gedung parlemen Senayan pada Senin siang.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu, serta Universitas Pamulang hadir sekitar pukul 14.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Mereka membawa berbagai atribut spanduk yang memuat narasi kritik tajam terhadap pemerintah saat ini.
Beberapa pesan tertulis di antaranya berisi tuntutan Reformasi Jilid II hingga narasi mengenai kondisi Indonesia yang dianggap sedang dalam keadaan gawat darurat.
Meski cuaca di lokasi cenderung mendung setelah hujan turun, massa terus menyuarakan aspirasi mereka tanpa henti.
Situasi sempat memanas ketika beberapa pengunjuk rasa mencoba menggoyangkan pagar gedung, bahkan melemparkan botol minuman ke arah bagian dalam area gedung.
Salah seorang orator dari pihak mahasiswa dengan tegas menyampaikan tuntutan utama mereka di hadapan massa yang berkumpul.
Kita meminta Prabowo Gibran mundur karena gagal memimpin Indonesia, ujar salah seorang mahasiswa di lokasi aksi.
Para peserta aksi menyatakan komitmen untuk tetap bertahan di sana hingga otoritas perwakilan terkait bersedia menemui mereka untuk berdialog.
Sementara itu, pihak kepolisian telah bersiaga penuh di balik barisan pengamanan untuk mencegah eskalasi yang mungkin terjadi.
Dalam rangka menjaga situasi tetap terkendali, total sebanyak 5.955 personel gabungan telah disebar ke sejumlah titik strategis di kawasan Jakarta Pusat.
Konsentrasi massanya selain di gedung DPR-MPR, juga mencakup kawasan Silang Selatan Monas serta kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
Berbagai elemen kelompok mahasiswa seperti Aliansi PERISAI, Cipayung Jakarta Barat, hingga BEM Trisakti tampak turun ke jalan menyampaikan pendapat mereka.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, menyatakan pengerahan personel besar-besaran ini merupakan upaya pelayanan untuk menjamin rasa aman.
Kami menyiapkan personel untuk memastikan pelaksanaan aspirasi berjalan aman dan tertib.
Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan, ujar Reynold.
Ia juga telah memberikan Arahan khusus kepada seluruh jajarannya agar tetap berdoa profesional serta kepala dingin selama mengawali aksi.
Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan, tegasnya.
Kepada seluruh pengunjuk rasa, ia menitipkan pesan krusial agar aksi representasi pendapat ini tidak dicemari oleh tindakan anarkis.
Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga kedamaian, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku, terlampir.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok