Repelita [Jakarta] - Gelombang gejolak sosial di Aceh pasca insiden penurun bendera serta bentrokan berkepanjangan di tanah Papua memicu sorotan tajam dari mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo. Ketimpangan antara kebijakan pusat dan kondisi kesejahteraan daerah dinilai menjadi pemantik utama munculnya riak ketegangan tersebut.
Kondisi anggaran daerah yang tergerus akibat pemotongan dana transfer dinilai melumpuhkan penanganan pascabencana di Serambi Mekkah.
ADVERTISEMENT
"Urat nadi ekonomi di daerah itu adalah APBD. Ketika APBD dikurangi, urat nadi itu akan terhambat," kata Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab pada Rabu (19/8/2026).
Rangkaian peristiwa kerusuhan di Serambi Mekkah dipandang sebagai bentuk akumulasi kekecewaan warga yang semestinya direspon cepat sebagai sinyal bahaya bagi daerah lain.
Penelusuran menyeluruh secara komprehensif didesak untuk dilakukan guna menemukan akar persoalan tanpa melihat permasalahan dari satu sisi saja.
Pola penanganan di wilayah Papua juga disarankan agar bergeser dari tindakan militeristik menuju pendekatan kemanusiaan yang lebih humanis.
"Seharusnya tidak melakukan operasi tempur, tetapi operasi teritorial untuk merebut hati dan pikiran rakyat," tegasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok