Berita, Viral Sosmed

Fungsi DPR Disorot, Netizen Nilai Legislatif Berubah Jadi Jubir Pemerintah Dibanding Wakili Rakyat

Repelita.net

22 August 2026 14:56 WIB • 572 view

Fungsi DPR Disorot, Netizen Nilai Legislatif Berubah Jadi Jubir Pemerintah Dibanding Wakili Rakyat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Unggahan tayangan diskusi publik mengenai dinamika politik nasional di media sosial memancing sorotan tajam netizen terkait pergeseran fungsi wakil rakyat di parlemen.

Kritik tajam mengemuka karena peran anggota legislatif dinilai bergeser menjadi juru bicara pemerintah ketimbang memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan dasar masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Sehat2 ya neng.. Biar seluruh ormas d konoha d beli semua sm pemerintah dan jd jubir2 pemerintah, suarakantrus kebenaran fakta realita yg terjadi.. Rakyat menilai ko mana yg baik dan buruk, jangan sampai ikutan jd penjilat..! 😁🙏" tulis @baihaqi_aditia_putra dalam unggahannya.

Kekecewaan warga net makin meruncing saat membahas melencengnya fokus lembaga legislatif dari pemenuhan kesejahteraan hidup warga.

"Peran legislatif sekarang ini malah jadi jubir pemerintah utk menghadapi masyarakat, pdhl fungsi legislasif yaitu mewakili pesan & harapan dari masyarakat agar supaya ekonomi tumbuh, harga pangan stabil, sekolah gratis sampai S1 , harga BBM pertalite 5rb, Pertamax 8rb, per liter. Jalan jalan di pedesaan bagus bisa diakses. Rumah sakit harga nya terjangkau." tulis @akopulpen memberikan pandangannya.

Tudingan mengenai kepatuhan buta sebagian pihak terhadap otoritas pemerintahan juga disuarakan secara singkat oleh pengguna internet.

"Biasa mas asal bpk senang saja" tulis @irwanmamonto menanggapi fenomena tersebut.

Sikap organisasi kemasyarakatan yang dinilai tidak sejalan dengan agenda perjuangan mahasiswa turut memicu kekecewaan publik.

"Heran FBR begini amat kaga paham Perjuangan Jangka Panjang yg diperjuangkan Mahasiswa" sentil @hbasribinauf di kolom komentar.

Kritik pedas dilontarkan netizen terhadap figur-figur yang tampil berseberangan dengan gerakan mahasiswa dalam ruang diskusi.

"PEMBICARA2 YG TAMPIL MELAWAN MAHASISWA ITU MANUSIA2 MUNAFIK,PENJILAT,BAYARAN, KASIHAN MAHASISWA/SI BERBICARA MUBAJIR." tegas @syafrudin9202 meluapkan kekesalannya.

Ketimpangan porsi argumen dalam forum dialog publik juga disindir oleh warga net karena terkesan memojokkan perwakilan mahasiswa.

"Iya ya, seakan2 satu mahasiswa dikeroyok... Cemen betul hahaha" tulis @sutrismantrisman menanggapi jalannya diskusi.

Sorotan terhadap keikutsertaan pimpinan ormas dalam urusan tata kelola kota turut dilayangkan oleh warga net.

"Korwil FBR mending lu urus parkir liar aja udah..gak usah ikut dialog.. kalian juga pemain ditata kelola kota" cetus @de.ifan_ menyampaikan sindirannya.

Masyarakat internet menilai murninya gerakan mahasiswa tetap menjadi representasi suara rakyat karena tidak terikat kepentingan materi.

"Yang pasti suara mahasiswa itu masih mewakili suara rakyat karena setiap kali menyuarakan rakyat, mereka pulang tidak dapat uang segepok karena menyuarakannya dijalan. Coba kita liat mahasiswa yg dipanggil Gibran utk dialog, pulangnya dapat uang." tulis @sutrismantrisman menutup perbincangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung