Berita, Nasional

FPI Bantah Pasif, Habib Rizieq: Kami Lagi Nonton Nonton Buaya sama Buaya Ribut!

Repelita.net

17 April 2026 23:05 WIB • 978 view

FPI Bantah Pasif, Habib Rizieq:  Kami Lagi Nonton  Nonton Buaya sama Buaya Ribut!
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Langkah Front Pembela Islam (FPI) dalam memperjuangkan keadilan belakangan ini menuai sorotan karena organisasi yang dahulu dikenal sangat lantang kini dinilai sebagian pihak mulai terlihat lebih pasif.

Namun hal itu dibantah keras oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang menegaskan bahwa FPI tetap teguh pada prinsip amar makruf nahi munkar dan mendukung semua gerakan mahasiswa hingga buruh dalam memperjuangkan keadilan.

ADVERTISEMENT

“Pokoknya selama jalan mahasiswa, buruh, betul, bukan untuk kepentingan kelompok, kita dukung. Jadi maaf, bukan FPI berubah, bukan! FPI memang harus memperbaiki cara geraknya supaya tidak tertipu di tengah jalan,” kata HRS ketika menjawab pertanyaan pengurus aliansi BEM Se-Indonesia dalam kanal YouTube Islamic Brotherhood Television pada Jumat (17/4/2026).

Habib Rizieq menjelaskan bahwa FPI tidak ingin perjuangan mahasiswa dan buruh ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan tersembunyi di tengah jalan.

“Saya nggak mau, adik-adik mahasiswa yang saya cintai, yang saya sayangi ditunggangi oleh orang-orang yang nggak jelas,” ujarnya dengan tegas.

Ketika ditanya mengapa FPI kini terlihat seperti sedang cooling down, HRS menyanggah dengan selorohan bahwa FPI sedang gelar tiker atau nonton.

“Lagi gelar tiker, lagi nonton. Nonton apa? Buaya sama buaya lagi ribut. Alhamdulillah. Nah itu yang mau saya sampaikan. Jadi nggak usah khawatir, teruskan semangat, yang penting jaga diri ya. Jangan sampai adik-adik mahasiswa dikorbankan,” tambahnya disambut tawa dari para audiens.

Habib Rizieq juga menanggapi isu adanya ajakan kudeta terhadap Presiden Prabowo Subianto yang didengungkan oleh Saiful Mujani dan Islah Bahrawi.

Ia mengingatkan agar semua pihak berhati-hati terhadap ajakan-ajakan yang berpotensi membawa mahasiswa ke dalam situasi yang tidak menguntungkan.

“Ada tuntutan-tuntutan supaya presiden mengundurkan diri. Sah-sah saja. Silakan. Mahasiswa minta presiden mundur, silakan! Yang penting berikan argumentasi yang bagus supaya rakyat bisa memahami argumentasi tadi,” imbuh HRS.

Namun ia juga memperingatkan tentang keberadaan provokator yang memanfaatkan semangat perjuangan mahasiswa untuk kepentingan pribadi.

“Tapi hati-hati dengan provokator. Saya lihat sekarang ada pimpinan lembaga survei yang kemarin jadi termul. Sudahlah. Yang kemarin bela presiden yang lalu rezimnya abis-abisan. Jual angka, jual survei, tahu-tahu sekarang teriak-teriak mau kudeta, siapa yang percaya?” tandas Habib Rizieq Shihab.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung