Berita, Nasional

Ferdinand Hutahaean: Setelah ‘Tusuk’ PDIP, Jokowi Akan Khianati Prabowo demi Gibran

Repelita.net

02 June 2026 15:42 WIB • 1,136 view

Ferdinand Hutahaean: Setelah ‘Tusuk’ PDIP, Jokowi Akan Khianati Prabowo demi Gibran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Langkah taktis mantan orang nomor satu di Indonesia yang berniat menggelar safari politik ke berbagai daerah dinilai sarat akan kepentingan personal.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, menyoroti karakter manuver politik tersebut yang dinilai berpotensi merugikan sekutu politiknya saat ini.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, komitmen kerja sama yang terjalin dengan pihak istana saat ini berpeluang besar akan diputus di tengah jalan demi mengamankan masa depan sang anak sulung.

“Dulu kalau dia menusuk PDI Perjuangan, sekarang dia akan menusuk dan mengkhianati Prabowo Subianto demi Gibran,” tutur Ferdinand dalam keterangannya yang dikutip fajar.co.id, Selasa, 2 Juni 2026.

Rencana turun ke lapisan masyarakat tersebut dianggap bukan sebuah kejutan, melainkan langkah defensif dari seorang mantan penguasa yang didera kecemasan mendalam.

Ada kekhawatiran besar mengenai potensi pembongkaran produk kebijakan masa lalu serta gugatan atas keabsahan dokumen pribadi yang dapat mencoreng nama baiknya.

“Jokowi sedang berantem dengan dirinya atas ketakutannya bahwa mungkin dia adalah Presiden Republik Indonesia pertama yang berpotensi masuk penjara karena perilaku kebijakannya yang telah membuat bangsa kita rusak,” ucapnya.

Benteng pertahanan politik berupa posisi strategis yang kini ditempati oleh sang putra mahkota di struktur pemerintahan dinilai sangat rapuh dan rawan runtuh jika tidak dikawal ketat.

“Jokowi sedang berperang dengan dirinya sendiri dengan ketakutannya terhadap istana pasir yang dibangunnya yang bernama Gibran, takut tersapu oleh air,” lanjutnya.

Selain masalah kekuasaan, isu moralitas terkait keaslian berkas kelulusan pendidikan tinggi di masa lampau juga disebut masih menjadi beban pikiran yang menghantui.

“Jokowi juga sedang berperang dengan dirinya bahwa ketakutan terkait moralnya bisa terungkap, yaitu tuduhan-tuduhan terhadap dirinya soal ijazah palsu,” imbuhnya.

Ferdinand memprediksi gerakan pengondisian opini publik akan mulai disebar di jagat maya oleh kelompok loyalis lama untuk membandingkan kinerja antarezim pemerintahan.

Kelompok pendukung tersebut ditengarai bakal menyuarakan narasi kekecewaan terhadap nakhoda baru guna mengerek kembali popularitas dan pengaruh sang mantan presiden.

“Mereka akan mengatakan menyesal memilih Prabowo. Dan saya ingin kembali ke masa lalu, ke masa Jokowi presiden,” imbuhnya.

Skenario itu sengaja dirancang agar sang mantan kepala negara terlepas dari pusaran persoalan hukum dan masa depan dinasti politiknya tetap berjalan mulus.

“Karena dengan begitulah dia akan selamat dari tiga ketakutan tadi,” ucapnya.

Di sisi lain, tantangan besar sedang dihadapi oleh kabinet saat ini yang tengah berupaya merombak kiblat tata kelola finansial makro nasional agar tidak terlalu berkiblat pada pasar bebas.

Sistem baru yang diarsiteki oleh presiden terpilih dirancang untuk mengembalikan kendali penuh atas komoditas strategis ke tangan negara untuk kemaslahatan rakyat luas.

“Prabowo ingin mengubah sistem liberalisme pasar selama ini ke sistem sosialisme ekonomi kita yang semuanya ada di tangan negara untuk rakyat,” tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung