Berita, Nasional

Ferdinand Bongkar Tiga Ketakutan Jokowi, Sebut Turun Gunung Demi Selamatkan Gibran dan Hindari Ancaman Politik

Repelita.net

02 June 2026 15:35 WIB • 637 view

Ferdinand Bongkar Tiga Ketakutan Jokowi, Sebut Turun Gunung Demi Selamatkan Gibran dan Hindari Ancaman Politik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Agenda kunjungan politik ke berbagai wilayah yang bakal dilakukan oleh mantan kepala negara ketujuh memicu respons kritis dari salah satu fungsionalis partai banteng.

Langkah taktis yang direncanakan oleh tokoh asal Solo tersebut dinilai bukan lagi menjadi sebuah kejutan besar dalam dinamika sosiopolitik nasional.

ADVERTISEMENT

“Saya tidak kaget, tidak heran,” ujar Ferdinand dalam keterangannya yang dikutip fajar.co.id, Selasa, 2 Juni 2026.

Ada indikasi kuat mengenai motif tersembunyi yang mendorong sang mantan penguasa untuk tetap mencengkeram kendali kendali kekuasaan meski masanya telah usai.

Secara lugas, fungsionalis tersebut menggambarkan sang mantan presiden tengah mengalami tekanan batin akibat kecemasan mendalam atas masa depannya sendiri.

Salah satu kekhawatiran terbesar berkaitan erat dengan potensi jeratan hukum di kemudian hari akibat produk kebijakan kontroversial selama masa jabatannya.

“Jokowi sedang berantem dengan dirinya atas ketakutannya bahwa mungkin dia adalah Presiden Republik Indonesia pertama yang berpotensi masuk penjara karena perilaku kebijakannya yang telah membuat bangsa kita rusak,” ucapnya.

Kecemasan lain yang tidak kalah besar bersumber dari bayang-bayang kerentanan posisi sang anak sulung yang kini menduduki kursi wakil presiden.

“Jokowi sedang berperang dengan dirinya sendiri dengan ketakutannya terhadap istana pasir yang dibangunnya yang bernama Gibran, takut tersapu oleh air,” lanjutnya.

Persoalan lama terkait keabsahan dokumen akademis masa lalu sang mantan wali kota juga diyakini masih terus menghantui ketenangan batinnya.

“Jokowi juga sedang berperang dengan dirinya bahwa ketakutan terkait moralnya bisa terungkap, yaitu tuduhan-tuduhan terhadap dirinya soal ijazah palsu,” imbuhnya.

Bukan hanya itu, sang fungsionalis memprediksi akan ada titik balik politik di mana sang mantan presiden bakal mengorbankan kerja sama dengan pucuk pimpinan istana saat ini.

Kesetiaan terhadap kepemimpinan presiden terpilih diperkirakan runtuh sewaktu-waktu demi menjamin keselamatan serta karier sang putra mahkota.

“Dulu kalau dia menusuk PDI Perjuangan, sekarang dia akan menusuk dan mengkhianati Prabowo Subianto demi Gibran,” tutur Ferdinand.

Manuver turun ke lapisan bawah dianggap sebagai benteng pertahanan terakhir agar pengaruh kekuasaan tidak menguap begitu saja lewat garis keturunannya.

“Karena dengan begitulah dia akan selamat dari tiga ketakutan tadi,” ucapnya.

Di samping itu, skenario pembentukan opini publik di jagat maya oleh kelompok simpatisan lama sang mantan presiden diprediksi akan mulai dilancarkan.

Strategi yang dimainkan berupa penyebaran sentimen kekecewaan terhadap jalannya roda pemerintahan baru seraya bernostalgia pada masa keemasan rezim terdahulu.

“Mereka akan mengatakan menyesal memilih Prabowo. Dan saya ingin kembali ke masa lalu, ke masa Jokowi presiden,” imbuhnya.

Gerakan propaganda tersebut ditengarai digerakkan oleh partai anak muda tertentu bersama barisan relawan guna merebut kembali panggung dominasi politik nasional.

Kondisi ini diperumit oleh langkah berani presiden saat ini yang mulai merombak total kiblat tata kelola finansial makro tanah air agar tidak lagi terlalu liberal.

Sistem baru yang diusung lebih menitikberatkan pada kendali penuh otoritas negara demi mewujudkan kesejahteraan bagi segenap lapisan masyarakat umum.

“Prabowo ingin mengubah sistem liberalisme pasar selama ini ke sistem sosialisme ekonomi kita yang semuanya ada di tangan negara untuk rakyat,” tandasnya.

Proses transisi menuju keadilan ekonomi tersebut diakui tidak akan berjalan mulus dan rawan memicu benturan serta tekanan masif dari luar. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung